Jumat, 27 Agustus 2021 17:28

Ibunya Meninggal karena Covid, Wanita Ini Balas dengan Oksigen Gratis yang Telah Selamatkan 800 Nyawa

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bajaj oksigen yang disiapkan secara gratis kepada pasien.
Bajaj oksigen yang disiapkan secara gratis kepada pasien.

"Saya tidak ingin orang lain mengalami apa yang ibu saya alami."

RAKYATKU.COM -- Dicari perempuan seperti Seetha Devi. Ibunya meninggal kekurangan oksigen usai terkonfirmasi positif Covid-19.

Ibunya yang berusia 65 tahun, Vijaya sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Pemerintah Rajiv Gandhi, India. Ternyata perjuangan mendapatkan oksigen sangat sulit.

Mereka harus menunggu beberapa jam di luar rumah sakit karena tidak tersedianya tempat tidur oksigen yang kosong.

Baca Juga : Pasien Pertama Covid-19 Varian Omicron di Sulsel Dirawat di RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar

“Kami harus menunggu lebih dari 12 jam untuk menemukan tempat tidur oksigen untuk ibu saya. Kami memindahkannya dari satu ambulans ke ambulans lain karena kadar oksigen di dalam kendaraan sangat rendah. Akhirnya, dia menyerah pada virus,” kata Seetha.

“Nyawa ibu saya bisa diselamatkan jika dia segera diberi oksigen. Saya tidak ingin orang lain mengalami apa yang ibu saya alami. Inilah mengapa saya berencana untuk memasok oksigen di luar rumah sakit melalui bajaj," kata Seetha seperti dikutip dari Life Beyond Numbers.

Dia memutuskan untuk melakukan sesuatu dan telah menyelamatkan lebih dari 800 nyawa berkat bajaj oksigennya. Dia memberikan layanan tersebut secara gratis.

Baca Juga : Bikin Geger, Anak Sapi Lahir dengan Tiga Mata dan Empat Lubang Hidung di India

Selain itu, ia juga mengoperasikan Street Vision Charitable Trust yang merupakan organisasi nirlaba. Dia mengatur becak otomatis melalui badan amalnya, melengkapinya dengan tabung oksigen, dan memasang pengukur aliran.

Dia memiliki dua sukarelawan bernama Sarath Kumat dan Mohanraj membantunya dalam memberikan oksigen kepada pasien di depan RGGGH dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam.

Dia membantu setidaknya 25-30 orang setiap hari. Dunia membutuhkan lebih banyak orang seperti Seetha.

Baca Juga : Kreativitas EO Terlalu Ekstrem, Sepasang Pengantin Jatuh dari Loder dan Menimpa Meja di Bawahnya

 

#berita viral #pasien covid-19