Kamis, 26 Agustus 2021 22:38

Dihadirkan sebagai Saksi, Jumras Sebut Keluarga NA Sering Bawa Catatan Paket Proyek untuk Dimenangkan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Klas 1A Makassar, Kamis (26/8/2021).
Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Klas 1A Makassar, Kamis (26/8/2021).

"Banyak macamnya paket bukan hanya pekerjaan ke-PU-an, pekerjaan pertanian juga ada, pekerjaan pasangrahan, rest area, banyak macamnya, Pak," jawab Jumras.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jumras dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dengan terdakwa Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah (NA), di Pengadilan Tipikor Klas 1A Makassar, Kamis (26/8/2021).

Jumras adalah mantan Kepala Biro Pembangunan dan ULP Pemprov Sulsel. Dalam sidang, dia menyebut beberapa nama keluarga Nurdin Abdullah.

Jumras mengatakan, pada 2019 saat menjabat Kepala Biro Pembangunan dan ULP, dirinya sering didatangi keluarga Nurdin Abdullah pada waktu itu.

Baca Juga : Saksi JPU Tuntas Beri Keterangan, Kuasa Hukum: Belum Ada Dakwaan Bisa Jerat Nurdin Abdullah

"Ada adik Bapak Gubernur, Ibu Mega, adik ipar yang baru saja meninggal almarhum Taufik (Fachruddin)," kata Jumras di dalam persidangan.

Menurut Jumras, kedatangan mereka adalah meminta dimenangkan tender untuk perusahaan dan kontraktor tertentu dengan dibawakan catatan nama paket pekerjaan lengkap dengan nama calon pelaksana.

 

Jumras mengaku, pertemuan tersebut sering dilakukan di luar, seperti pada saat ketemu dengan Mega ia sering bertemu di hotel atau di rumah makan.

Baca Juga : Tiga Belas Tahun Ikut, Eks Ajudan Tegaskan Nurdin Abdullah Tidak Pernah Terima Uang Hadiah dari Pengusaha

"Kalau Ibu Mega di hotel sekitar Jalan Gunung Merapi, itu beberapa kali di sana, terus pernah juga di Rumah Makan Ujung Pandang," ujar Jumras.

Sponsored by MGID

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun mempertanyakan apa yang dibahas dalam tiap pertemuan itu.

"Dia membawa daftar paket, Pak, yang sudah tertulis yang saya terima bahwa paket ini orang-orangnya yang melaksanakan," jawab Jumras.

Baca Juga : Keterangan Kepala Cabang Bank Mandiri Panakkukang, Terungkap Aliran Dana Suap Rp2 Miliar Nurdin Abdullah

JPU kembali bertanya kepada Jumras tentang isi kertas catatan yang diberikan kepadanya itu.

"Saudara masih ingat tidak waktu itu paket proyek apa dan orang-orang siapa yang ditulis didalam kertas catatan itu?" tanya Jaksa.

"Banyak macamnya paket bukan hanya pekerjaan ke-PU-an, pekerjaan pertanian juga ada, pekerjaan pasangrahan, rest area, banyak macamnya, Pak," jawab Jumras.

Baca Juga : Tanpa Sepengetahuan NA, Eks Kabiro PBJ Sulsel Sari Pujiastuti Mengaku Salah Terima Uang Kontraktor

Namun, Jumras mengaku tidak sempat memenuhi permintaan keluarga Nurdin Abdullah sebab keburu dicopot.

"Tidak ada sama sekali dilaksanakan, Pak. Karena saat saya pindah jadi Kepala Biro, Pak, baru mau mulai lelang. Saya juga diberhentikan jadi Kepala Biro bulan empat itu, Pak. Pada saat baru persiapan panitia untuk lelang," ucap Jumras.

Jumras juga mengatakan belum sempat melaporkan kepada Nurdin Abdullah atas permintaan dari anggota keluarganya itu karena keburu dicopot.

Baca Juga : Hakim Ketua Sebut Ada Saksi Bohong di Sidang Kasus Nurdin Abdullah

"Saya berencana akan melaporkan, tapi karena keburu diberhentikan sehingga belum sempat melaporkan," tutur Jumras.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Usman Pala
#Sidang Nurdin Abdullah #Kasus KPK Nurdin Abdullah