Sabtu, 14 Agustus 2021 20:51

Sama-Sama Merasa Jadi Korban Penganiayaan, Warga Bontocini Jeneponto Saling Lapor

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sama-Sama Merasa Jadi Korban Penganiayaan, Warga Bontocini Jeneponto Saling Lapor

Dua kubu sama-sama melapor ke Polres Jeneponto atas kasus penganiayaan.

RAKYATKU.COM, JENEPONTO -- Sabtu 14 Agustus 2021, warga Kampung Palloli, Desa Bontocini, Kecamatan Rumbia, melaporkan pria berinisial Su ke Polres Jeneponto.

Laporan kasus dugaan penganiayaan itu teregistrasi dengan nomor LP/H/205/VIII/Res 1.6/2021/Polda Sulsel/Res Jeneponto.

Pelapor berinisial SS mengaku sebagai korban penganiayaan. Dia mengaku dipukul menggunakan kepalan tangan alias tinju satu kali. Kena hidung hingga mengeluarkan darah.

Baca Juga : Dua Perwira Pejabat Polres Jeneponto Berganti, Putra Turatea Jabat Kasat Reskrim

"Pelapor merasa keberatan dan melaporkan ke Polres Jeneponto. Saya percayakan proses hukum lebih lanjutnya di Polres Jeneponto," ujar salah seorang kepala dusun tersebut.

Penyidik Polres Jeneponto, Aipda Sulaiman mengatakan, segera dilakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara.

 

"Jadi untuk sementara yang diambil laporannya baru pelapor. Nanti akan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi korban," terangnya.

Baca Juga : Propam Polres Jeneponto Sosialisasi Aplikasi Propam Presisi, Bisa Laporkan Perilaku Polisi

Pada bagian lain, terlapor Su juga mengaku telah melapor ke Polres. Dia juga merasa jadi korban penganiayaan.

Sponsored by MGID

"Saya juga melaporkan tiga orang warga Desa Bontocini, yang terlibat dalam dugaan penganiayaan, saat pembentukan panitia pilkades. Kita percayakan ke pihak kepolisian setempat," sebut Su.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Samsul Lallo
#Polres Jeneponto