Rabu, 04 Agustus 2021 08:02

Pasang Bendera Merah Putih di Depan Rumah, Pelajar Meninggal Tersengat Listrik

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

"Korban saat itu hendak memasang bendera merah putih menggunakan tiang pipa almunium yang panjangnya enam meter," kata Kompol Jasman Parudik, Kapolsek Urban Pitumpanua.

RAKYATKU.COM, WAJO - Muhammad Rezki Sahal (13) tahun, seorang pelajar meninggal dunia tersengat listrik saat akan memasang bendera merah putih di halaman rumahnya di Jalan Tocaming, Kelurahan Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Selasa (3/8/2021), sekitar pukul 15.00 Wita.

Berdasarkan informasi, peristiwa tersebut terjadi saat korban memasang bendera sebagai persiapan perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-76 kemerdekaan Indonesia di halaman rumahnya.

Kapolsek Urban Pitumpanua, Kompol Jasman Parudik, yang dihubungi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Reski meninggal karena tersengat aliran listrik dari kabel arus tegangan tinggi saat hendak memasang bendera.

Baca Juga : 47 Rumah di Wajo Rusak Diterjang Anging Puting Beliung

"Korban saat itu hendak memasang bendera merah putih menggunakan tiang pipa almunium yang panjangnya enam meter," ungkapnya.

Sebelum kejadian, lanjut Kompol Jasman, ibu korban telah melarang anaknya memasang bendera. Namun, melihat sang ibu ada pekerjaan, Reski pun kemudian bersikeras memasangnya sendiri.

 

"Awalnya korban mengambil besi pipa dengan panjang empat meter, tapi mungkin karena dirasa kurang tinggi, korban lalu menggantinya dengan pipa almunium yang panjangnya enam meter," terang Kompol Jasman.

Baca Juga : Jelang Lebaran Iduladha, Camat Tempe Ingatkan Jangan Kendor Terapkan Prokes

Namun nahas, saat tengah berusaha memasang tiang, tiba-tiba pipa tersebut mengenai kabel telanjang PLN sehingga korban tersengat aliran listrik bertentangan tinggi.

Sponsored by MGID

"Keluarga yang melihat korban berusaha menolong dan segera membawanya ke Puskesmas Pitumpanua. Namun sayang, nyawa korban sudah tidak bisa tertolong dan meninggal di puskesmas," ujarnya.

Atas peristiwa ini, mantan Kapolsek Sajoangin ini pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat hendak memasang bendera.

Baca Juga : Pelaku Pembunuhan di Desa Lauwa Wajo Menyerahkan Diri

Apalagi, kata dia, di Kecamatan Pitumpanua secara keseluruhan kabel tegangan tinggi masih menggunakan kabel telanjang.

"Terutama di Kota Siwa, rata-rata kabel tegangan tinggi berada dekat dengan bangunan bertingkat. Bahkan ada bangunan lebih tinggi dari pada tiang listrik," terangnya.

"Selain meminta masyarakat waspada, kita juga berharap pihak PLN melakukan antisipasi. Kita khawatir kejadian serupa masih bisa terulang apabila kabel tegangan tinggi masih menggunakan kabel telanjang. Apalagi peristiwa ini bukan kali ini saja dan sudah berulangkali," imbaunya.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Abd Rasyid. MS
#Tersengat listrik #wajo #Polsek Urban Pitumpanua