Minggu, 25 Juli 2021 14:31

Mentan Kunjungi Penggilingan Padi di Cibitung Bekasi Jawa Barat

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Mentan Kunjungi Penggilingan Padi di Cibitung Bekasi Jawa Barat

Pada periode Juni-Agustus ini stok beras nasional masih sekitar 9 juta ton.

RAKYATKU.COM - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengunjungi penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) milik Menata Citra Selaras (MCS) di Cibitung, Sabtu (24/7/2021).

Peninjauan ini dilakukan usai dirinya bersama bupati Bekasi dan wakil ketua Komisi IV DPR RI melakukan monitoring pertanaman padi dan panen di Kabupaten Bekasi.

“Peninjauan ini juga menjadi rangkaian implementasi arahan Bapak Presiden, agar menteri-menteri turun ke lapangan, validasi data, dan neraca yang ada untuk memastikan pangan masyarakat dalam kondisi yang aman,” ungkap SYL.

Baca Juga : Produksi Jagung Cukup, Akademisi IPB: Jangan Sampai Impor untuk Persiapan 2024

Kunjungan ke Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, lanjutnya sekaligus membuktikan bahwa stok pangan terutama beras nasional dalam kondisi yang sangat baik. Diperkuat dengan laporan bupati Bekasi yang disampaikan padanya, ia memastikan kabupaten yang lokasinya berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta ini telah menyerap hasil panen petani dengan baik bahkan harga gabah mampu diserap di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Pada prinsipnya data kita menunjukkan kondisi yang sangat baik, artinya Juni-Agustus ini kita masih punya stok beras sekitar 9 juta ton. Hari ini saya pastikan dengan melakukan panen hingga ke tempat penggilingan padi yang ada, musim tanam pertama sudah kita lewati dan hasilnya maksimal, semua gudang penyimpanan penuh, dan Pak Presiden minta kita untuk memperhatikan stabilisasi harga termasuk harga di tingkat petani,” jelasnya.

 

Senada dengan Mentan SYL, terkait serapan dan harga gabah, Direktur Operasional RMU MCS, Yogi mengatakan pihaknya telah menerima dan terus menyerap gabah petani dari sejumlah daerah di Indonesia.Selain jumlahnya yang melimpah, ia mengaku pihaknya telah menyerap gabah petani dengan harga sesuai atau di atas HPP.

Baca Juga : Perkuat Leadership Indonesia, Mentan SYL Teken MoU dengan FAO

“Betul apa yang dikatakan Pak Menteri, kami menerima gabah mulai dari Palembang hingga wilayah-wilayah di Jawa Timur. Sepanjang tahun ini ketersediaannya cukup melimpah, sampai bulan ini juga cukup melimpah dengan harga yang cukup baik dan stabil. Minimal kita serap gabah basah itu di angka Rp4.500 bahkan pernah hingga Rp5.000, sehingga petani cukup nyaman untuk berkerja,” ungkap Yogi saat mendampingi kunjungan Mentan SYL.

Sponsored by MGID

Ia mengaku pandemi Covid-19 sedikit memberi dampak pada dunia usaha. Termasuk usahanya di bidang pertanian, tetapi ia menekankan hal itu tidak mempengaruhi aktivitas petani untuk berproduksi, terbukti sepanjang tahun 2021 ini pihaknya mampu menyerap 180 ton Gabah Kering Panen (GKP) perhari.

“Memang dengan corona ini tentu ada slow down ya, tetapi memang semua bidang usaha mengalami hal ini, hanya saja alhamdulillah, produksi tidak ada masalah, kestabilan harga dan penjualan bisa terpenuhi tahun ini, dan kami siap support pemerintah baik dari penyerapan hingga memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” tegasnya.

Sponsored by advertnative
 
#kementan