Minggu, 25 Juli 2021 09:37

"Inilah Kurban dan Jumat Terakhirku," Isyarat Sesepuh Wahdah Islamiyah HM Dain Yunta Sebelum Wafat

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
HM Dain Yunta semasa hidup
HM Dain Yunta semasa hidup

HM Dain Yunta menghadap Sang Khalik setelah melalui hari-hari yang penuh keutamaan di awal Zulhijah.

RAKYATKU.COM -- HM Dain Yunta dilepas dengan kesedihan yang mendalam. Bukan hanya kebaikannya yang dikenang, isyarat di saat-saat perpisahannya membuat siapapun tak kuasa menahan air mata.

Isyarat perpisahan itu sudah disampaikan pada hari raya Iduladha. Saat menyerahkan hewan sembelihannya kepada putranya, HM Dain Yunta mengatakan, "Inilah kurban terakhirku".

Isyarat ini diceritakan Ustaz Muhammad Yusran Anshar PhD di Pekuburan Baqi, Moncongloe Lappara, Sabtu sore (24/7/2021). Ustaz Yusran adalah ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah dan mantan ketua Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar.

Baca Juga : Pemkab Barru Dukung Pendidikan Berbasis Agama

Dengan suara terbata-bata dan berurai air mata, Ustaz Yusran menceritakan kebaikan-kebaikan HM Dain Yunta rahimahullah selama hidup. Dia sesepuh yang jarang bisa menyamai sumbangsihnya di jalan dakwah.

Mertua Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Dr Muhammad Zaitun Rasmin itu benar-benar mengorbankan harta dan waktunya di jalan dakwah. Manfaatnya kini bisa dirasakan langsung puluhan ribu bahkan ratusan ribu kader dan simpatisan Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia.

HM Dain Yunta menghadap Sang Khalik setelah melalui hari-hari yang penuh keutamaan di awal Zulhijah. Bahkan, menyelesaikan Hari Tasyrik yang berakhir Jumat sore. Beliau meninggal pada Sabtu pagi.

 

Isyarat perpisahan yang makin dekat itu kembali diulangi HM Dain Yunta pada hari Jumat. Kepada putranya, dia menyampaikan bahwa inilah salat Jumat terakhirnya. Ternyata benar. Keesokan harinya, orang tua seluruh kader Wahdah Islamiyah itu pergi untuk selamanya.

Baca Juga : Salurkan Donasi Rp1 Miliar Lewat MUI, Wahdah Islamiyah Bantu Pembangunan RS di Hebron Palestina

"Sungguh kami bersaksi bahwa beliau adalah hamba Allah yang saleh. Senantiasa berbagi kebaikan dengan sesama dan sangat semangat dalam dakwah," ujar tutur Ustaz Yusran Anshar dengan suara terbata-bata.

Sponsored by MGID

HM Dain Yunta tak hanya meninggalkan amal jariyah berupa jejak-jejak pengorbanan di medan dakwah, tetapi juga anak-anak yang saleh salehah.

Putranya, Ustaz Ahmad Hanafi Dain Yunta PhD kini menjadi ketua Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar. Dia mewarisi akhlak sang ayah dengan keilmuan dan ketawaduan.

Baca Juga : Luncurkan Kita Palestina, Wahdah Islamiyah Galang Donasi dalam Silaturahmi Akbar Besok

Kepergian HM Dain Yunta meninggalkan duka mendalam di kalangan para kader. Untaian kata-kata sedih menghiasi media sosial.

Di antara yang bersedih, Ustaz Rappung Samuddin Lc. Dia penulis buku saku Kitabul Jami' yang jadi pegangan banyak keluarga Muslim.

"Sungguh hati ini bersedih. Mata mengalirkan air mata. Dan perasaan begitu berat untuk berpisah. Akan tetapi takdir Allah-lah yg paling agung dan mulia. Maka itu tidak ada yang dapat kita ucapkan melainkan kata-kata yang diridhai Rabb kita," tulis Ustaz Rappung di akun Facebooknya.

Baca Juga : Bantu Korban Banjir NTB, Tim Medis Timnas Indonesia U-19 Jadi Relawan Wahdah Islamiyah

"Semoga Allah merahmati engkau, mengampuni segala salah dan khilafmu, melapangkan kuburmu, serta memasukkanmu ke dalam surgaNya yg luas. Amin," lanjutnya yang ditutup dengan emoticon berurai air mata.

Ustaz Qasim Saguni, salah seorang ketua DPP Wahdah Islamiyah, pun menggoreskan sedikit di antara banyak kenangan bersama HM Dain Yunta.

"Sedih dan duka yang dalam, beliau rahimahullahu seperti orang tua kandung saya. Beliau yang menikahkan saya di kala masih awal-awal sulitnya merintis pernikahan syar'i di Sulsel. Beliaulah yang menanggung semuanya bersama ibunda Hj Haeriyah Maming rahimahallahu. Banyak sekali kenangan bersama beliau, semoga lain waktu bisa kisahkan.
(Ditulis sambil menungguh jenazah untuk disholati di Masjid Anas bin Malik STIBA)," tulis Ustaz Qasim di akun Facebooknya.

Baca Juga : Bincang Muslimah Wahdah Islamiyah: Persiapkan Pendidikan Anak 25 Tahun Sebelum Lahir

HM Dain Yunta salah seorang murid senior KH Fathul Muin Dg Maggading. Beliau pendiri Yayasan KH Fathul Muin yang sekaligus menjadi ketua pertama yang kemudian berubah menjadi ormas Wahdah Islamiyah.

Sponsored by advertnative
 
#HM Dain Yunta #Wahdah Islamiyah