Rabu, 07 Juli 2021 21:17

Ayah Begadang Tunggu Piala Eropa, Anak Tewas Terpanggang Dalam Kamar Bersama Uang Puluhan Juta

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Rahman
Rahman

Uang hasil jual tanah warisan dan uang istri puluhan juta hangus dilalap api. Seorang pemuda ikut terpanggang api dalam kamar.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Rahman (60) salah satu korban kebakaran yang rumahnya hangus dilalap api di Jalan Pelita 7, Kelurahan Rappocini, kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu dinihari (7/7/2021).

Rahman bercerita pada saat kebakaran terjadi dia berada di depan rumahnya. Sedang nongkrong bersama empat tetangga. Menunggu pertandingan bola di layar televisi.

"Setengah dua mungkin masih ada di situ empat orang begadang to tunggu pertandingan bola Piala Eropa," kata Rahman.

Baca Juga : Kebakaran Hanguskan 5 Rumah Warga di Makassar, 15 Mobil Damkar Dikerahkan

"Tidak lama itu kemanakan di dalam berteriak 'kebakaran-kebakaran'. Jadi saya bilang kenapa anak-anak itu di dalam ngigau atau apa. Nanti setelah buka pintu kita lihat asap mi to jadi saya bertanya dimana apinya," sambung Rahman.

Rahman pun bergegas memadamkan api. Dia membangunkan seluruh anggota keluarganya yang masih tertidur lelap.

 

Nahas, satu anaknya, Andy Anwari Raja Amir (22) tidak bisa diselamatkan. Saat hendak dibangunkan, Andy tidak merespons dari dalam kamar.

Baca Juga : Disambar Petir Dua Hari Lalu, Api Masih Menyala di Gunung Afar Arab Saudi

Selain itu, seluruh barang berharga tidak ada yang bisa diselamatkan. Uang, perhiasan emas, sertifikat rumah, barang elektronik, dan perabotan lainnya semuanya hangus terbakar.

Sponsored by MGID

"Uang sekitar Rp20 juta hasil jualan rumah warisan dan uangnya juga mamanya (istri) sekitar puluhan juta juga habis terbakar," kata Rahman saat ditemui di lokasi kejadian.

Di rumah tersebut, Rahman tinggal bersama 20 orang anggota keluarganya yang terdiri empat kepala keluarga (KK).

Baca Juga : Pasar Sentral Pangkep Terbakar, 55 Kios Hangus

Rahman mengatakan beruntung dirinya masih belum tidur sehingga dirinya masih bisa membangunkan anak-anaknya. Kecuali Andy yang sudah berusaha dibangunkan, namun tidak ada respons dari dalam kamarnya.

"Karena api sudah mulai membesar jadi saya tinggalkan kamarnya. Takut terjebak di dalam. Akhirnya saya lari keluarmi," tutur Rahman.

 

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Usman Pala
#kebakaran