Rabu, 23 Juni 2021 12:46

Setop Laju Penyebaran Covid-19, Ahli Dorong Percepatan Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Diperketat

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Setop Laju Penyebaran Covid-19, Ahli Dorong Percepatan Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Diperketat

Masyarakat diminta untuk mau divaksin. Dan tetap terapkan protokol kesehatan yang ketat.

RAKYATKU.COM - Pandemi Covid-19 sudah berjalan hampir dua tahun lamanya. Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 ini juga mengalami mutasi dan menimbulkan berbagai varian baru.

Dengan mengenali varian virus Covid-19, baik yang baru maupun lama dan memahami gejala serta cara mencegah penularannya, masyarakat bisa menekan lonjakan kasus yang terjadi akhir-akhir ini di tanah air.

"Virus Covid-19 ini mudah berubah, varian of concern bagi saya itu ada du. Yakni varian Alfa (B.1.1.7) dan Delta (B.1.617). Tetapi di samping mutasi virus, terjadinya lonjakan kasus juga karena adanya kerumunan,” ungkap Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana sekaligus Anggota Tim Pakar Medis Satgas Covid-19, Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika, dalam dialog Publik KPCPEN yang disiarkan FMB9ID_IKP, Selasa (22/6/2021).

Baca Juga : Vaksin COVID-19 Bisa Jadi Akan Disuntikkan Tiap Tahun, Tak Cuma 2 Kali

"Vaksin Covid-19 sendiri sudah diteliti dan masih efektif melawan varian virus Covid-19, terutama Alfa dan Delta. Saya mendukung percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Karena dengan 40-50% cakupan vaksinasi Covid-19 di negara-negara Eropa, mereka sudah berani mengadakan piala Eropa 2021,” imbuh Prof. Mahardika.

Prof Dr Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran juga mengatakan, Covid-19 ini sangat hebat dampaknya.

 

"Apabila kita terinfeksi virus ini, fatal akibatnya sehingga kita harus benar-benar menghindarinya. Selain kita harus disiplin menegakkan protokol 5M, maka untuk melengkapinya kita harus divaksinasi," ujarnya.

Baca Juga : "Kitong Bakar Vaksin dan Korona," Tokoh Agama Papua Mengaku Tak Percaya Covid-19 Sampai Yesus Datang

Vaksin Covid-19 menurut Prof Kusnandi dinilai sudah efektif dalam memberikan tingkat perlindungan yang diperlukan. Kalaupun terinfeksi, jika sudah mendapat vaksinasi, akan mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian bagi pasien Covid-19.

Sponsored by MGID

Ia berpesan agar masyarakat jangan takut divaksin. Tapi harus takut dengan virusnya.

"Kita harus memberi pemahaman kepada masyarakat betapa jahatnya Covid-19 ini. Saya yakin dengan fakta-fakta yang sekarang ini kita tampilkan, banyaknya kesakitan dan kematian akibat Covid-19, masyarakat harus mulai sadar pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi,” kata Prof Kusnandi.

Baca Juga : Penelitian Terbaru: Virus Corona Dapat Menular Melalui Air Mata Pasien

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Dr Hermawan Saputra menyebutkan, kondisi saat ini menjadi alarm bagi individu dan lingkungan sekitar, supaya memperkuat protokol kesehatan di perkantoran, pemukiman, pusat perbelanjaan, sampai kampung di pelosok.

“Pemerintah harus mampu memberdayakan sumber daya hingga ke desa-desa untuk mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat,” pesannya.

Lebih lanjut, Dr. Hermawan mengimbau agar mengaktifkan gotong-royong di lingkup komunitas dan membuat ruang isolasi mandiri di tingkat komunitas.

Baca Juga : Pakai Teknik Bernapas Era Perang Dunia II, Veteran Berusia 102 Tahun Selamat dari COVID-19

“Ini upaya yang bisa meringankan beban rumah sakit kita yang saat ini mulai penuh terutama di pulau jawa,” ujarnya.

Melihat kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini, Dr Hermawan berpendapat cara terbaik memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah dengan mencegahnya.

“Cara terbaik untuk mencegah penularannya adalah menghindari kerumunan,” tegasnya.

Baca Juga : Pria Ini Berkelakar soal Pandemi dan Vaksin, Akhirnya Meninggal karena COVID-19

Tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dibentuk dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional.

Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari COVID-19 dan reformasi pelayanan kesehatan; Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia Tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional.

Dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional. Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Sponsored by advertnative
 
#vaksin #Protokol Kesehatan Covid-19 #Covid-19