Senin, 31 Mei 2021 22:05

Dituduh Membunuh dan Dijatuhi Hukuman Mati, Pria Ini Terbukti Tidak Bersalah Berkat Video Komedi

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sumber foto: boombastis.com
Sumber foto: boombastis.com

Pria ini dituduh membunuh dan dijatuhi hukuman mati. Pada akhirnya dinyatakan tidak bersalah berkat video acara komedi.

RAKYATKU.COM - Salah tangkap menimpa seorang pria di Los Angeles, Amerika Serikat, Juan Catalan. Juan dituduh membunuh seorang saksi kasus pembunuhan di Amerika Serikat.

Juan Catalan akhirnya bisa bebas setelah pihak berwajib melakukan serangkaian investigasi. Kasus yang terjadi pada 2003 ini menjadi inspirasi film dokumenter pendek berjudul Long Shot yang tayang di Netflix yang tayang pada 2017.

Juan Catalan yang kala itu berusia 24 tahun dituduh membunuh Marth Puebla, perempuan berusia 16 tahun. Martha adalah saksi kasus pembunuhan yang melibatkan Mario Catalan, saudara Juan Catalan.

Baca Juga : Kuli Bangunan Pembunuh Istri Muda di Parepare Menyerahkan Diri

LAPD atau Los Angeles Police Department menangkap Juan karena dianggap membunuh Martha untuk membalas dendam Mario.

Martha menjadi saksi pembunuhan temannya bernama Christian Vargas. Terdakwa pembunuh, yaitu Jose Ledesma dan Mario Catalan merupakan anggota geng The Vineland Boyz. Mereka berdua terdakwa pada 2002.

 

Ketika Martha datang pada persidangan, ia diminta hakim untuk menunjuk pembunuh Christian. Tapi, Martha tidak dapat melakukannya karena pada saat kejadian dia tidak melihat secara jelas pelakunya. Pada saat persidangan, Juan Catalan juga hadir.

Baca Juga : Adu Mulut di Lahan Lumput Laut, Lelaki di Jeneponto Tikam Ipar Berkali-kali hingga Tewas

Juan Catalan ditangkap LAPD saat dia akan bekerja pada 12 Agustus 2003. Kasus Juan ditangani oleh dua detektif pembunuhan, Martin Pinner dan Juan Rodriguez.

Sponsored by MGID

Detektif menyampaikan kepada Juan bahwa saksi utama pembunuhan Martha sedang bersama seniman sketsa untuk menggambar wajah pembunuh Martha. Sketsa wajah tersebut mirip dengan Juan.

Detektif juga bilang, saksi secara positif mengidentifikasi Juan sebagai pembunuh Martha. Selama investigasi berlangsung, Juan masih dinyatakan tidak bersalah. Namun, detektif bersikukuh bahwa Juan adalah pelakunya. Juan dijatuhi hukuman mati.

Baca Juga : Korban Penikaman di Panaikang Ternyata Tentara Desersi, Ini Penjelasan Kaurpenpasun Lanud Hasanuddin

Kepada Todd Melnik, pengacara Juan, ia menyampaikan sedang menonton pertandingan baseball Dodgers-Braves di stadion Dodger saat pembunuhan Martha terjadi, tepatnya pada 12 Mei 2003.

Juan menonton pertandingan bersama 3 orang lain yaitu putrinya yang berusia 6 tahun, sepupu Juan bernama Miguel, dan temannya Ruben. Juan dapat dengan jelas menjelaskan berjalannya pertandingan baseball.

Juan dan ketiga orang tersebut meninggalkan pertandingan, kemudian mampir untuk membeli kartu baseball untuk anak Juan. Setelah itu, dia menelepon pacarnya lanjut mengantar pulang Miguel, barulah Juan pulang ke rumahnya.

Baca Juga : Pelaku Diserahkan Keluarga, Motif Pembunuhan di Daya Terungkap

Juan dapat menunjukkan tiket pertandingan baseball tapi bukti itu tidak cukup untuk menyatakan ia tidak bersalah.

Todd datang ke stadion untuk mencari saksi dari penonton yang duduk di dekat Juan. Tapi penonton yang dimintai keterangan tidak yakin bisa bersaksi karena tidak secara jelas melihat Juan maupun 3 orang yang datang bersamanya. Video pertandingan juga tidak ada yang secara jelas memperlihatkan wajah Juan.

Untungnya, setelah menginvestigasi lebih lanjut Todd menemukan bahwa ada acara komedi HBO berjudul Curb Your Enthusiasm yang syuting di stadion. Di video itu memperlihatkan Juan sedang berada di stadion saat kejadian pembunuhan terjadi.

Baca Juga : Warga Tak Berani Mendekat, Pria di Bantaeng Bunuh Ayah, Ibu, dan Saudari Kandung

Tapi jaksa yang menangani kasus Juan tidak percaya video acara komedi itu membuktikan Juan tidak bersalah. Todd tidak menyerah, ia melacak catatan telepon Juan.

Terbukti pada jam pembunuhan terjadi, Juan sedang menelepon dengan posisi di dekat stadion. Setelah melalui persidangan dan semua bukti diserahkan, Juan pun bebas 6 bulan kemudian. Sementara menunggu investigasi itu, Juan dipenjara.

Kedua detektif yang menangani kasus Juan terbukti berusaha mendapatkan pengakuan palsu dari Juan. Mereka pun diturunkan pangkatnya.
Selain itu, Juan mendapatkan kompensasi sebesar 320.000 dolar Amerika Serikat dari LAPD. Kasus pembunuhan Martha masih berlanjut. FBI menemukan bahwa anggota The Vineland Boyz yaitu Javier Covarrubias, Raul Robledo, dan Juan Ledesma bersalah atas kematian Martha.

Baca Juga : Warga Tak Berani Mendekat, Pria di Bantaeng Bunuh Ayah, Ibu, dan Saudari Kandung

Jose menyuruh Javier untuk membunuh Martha. Hal itu ia lakukan karena kedua detektif menyampaikan pada Jose kalau Martha mengonfirmasi Jose sebagai pembunuh Christian. Kedua detektif melakukan itu untuk mendapatkan pengakuan dari Jose, tapi malah berujung pada kematian Martha.

Kisah yang dialami Juan ini pun mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Ceritanya pun diangkat menjadi sebuah film dokumenter pendek. Di film ini menceritakan poin-poin penting bagaimana Juan sampai dituduh sebagai pembunuh. Dari apa yang dialami Juan menggambarkan bahwa keadilan dapat ditegakkan walaupun melalui proses panjang.

sumber: boombastis.com

Sponsored by advertnative
 
#pembunuhan #Hukuman Mati