Rabu, 26 Mei 2021 23:02

Lebih Parah dari Era Soeharto, Mahfud MD: Sekarang Korupsi Sudah Terjadi Sebelum Pembahasan APBN-APBD

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Mahfud MD
Mahfud MD

Jika para aktor bermoral bobrok, maka produk hukum dan pelaksanaannya pun akan bobrok.

RAKYATKU.COM - Reformasi ternyata tidak membawa perbaikan signifikan. Dalam hal kasus korupsi, justru jauh lebih buruk dibandingkan era Presiden Soeharto.

Mahfud MD yang membuat pernyataan itu. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu tidak asal bicara.

 

Pada era Soeharto, katanya, korupsi hanya terjadi di tingkat penguasa. Sekarang? "Lihat saja para koruptor yang menghuni penjara sekarang, datang dari semua lini horizontal maupun vertikal," ujar Mahfud pada pelantikan rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (26/5/2021).

Baca Juga : Pemerintah Akan Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Lima Tokoh Ini

Di era Orde Baru, korupsi terkonsentasi dan diatur melalui jaringan korporatisme oleh pemerintahan Soeharto. Korupsi dimonopoli eksekutif dan dilakukan setelah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ditetapkan.

Sekarang, korupsi tidak lagi dilakukan di eksekutif tetapi sudah meluas secara horizontal ke oknum-oknum legislatif, yudikatif, auditif, dan secara vertikal dari pusat sampai ke daerah-daerah.

Korupsi terjadi sebelum APBN dan APBD ditetapkan. Sudah ada negosiasi proyek untuk dimasukkan dalam APBN atau APBD. Akhirnya banyak koruptor yang masuk penjara karena melakukan jual beli APBN dan peraturan daerah.

Baca Juga : Ketua DPRD Sulsel Benarkan Rumahnya Digeledah KPK

Lantas, bagaimana mengatasinya? Mahfud MD menyebut sangat bergantung pada moral para aktor demokrasi. Jika para aktor bermoral bobrok, maka produk hukum dan pelaksanaannya pun akan bobrok.

Sponsored by MGID

 

#mahfud MD #korupsi