Selasa, 18 Mei 2021 08:02

Tosua Wajo Terisolasi akibat Banjir dan Longsor di Hari Lebaran, Relawan DRC-MPBI Tembus Lewat Sidrap

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Tosua Wajo Terisolasi akibat Banjir dan Longsor di Hari Lebaran, Relawan DRC-MPBI Tembus Lewat Sidrap

Banjir dan longsor baru diketahui pemerintah kecamatan tiga hari pasca kejadian.

RAKYATKU.COM,WAJO - Curah hujan yang tinggi satu pekan terakhir mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa titik di wilayah Kecamatan Keera dan Pitumpanua.

Salah satu yang terparah terjadi di Dusun Tosua, Desa Awo, Kecamatan Keera. Longsor terjadi pada Kamis (13/5/2021). Tepat di hari lebaran Idulfitri 1442 H.

Ironinya, bencana tersebut baru diketahui Pemerintah Kecamatan Keera tiga hari setelah kejadian.

"Informasi ini baru kami terima tiga hari pasca kejadian setelah adanya laporan kepala Dusun Tosua karena akses telekomunikasi di sana memang susah. Jaraknya 20 kilometer dari ibu kota kecamatan," jelas Andi Ahmad Ridha, camat Keera saat dihubungi via telepon.

Dusun Tosua berada di perbatasan Kabupaten Sidrap. Warga sempat terisolasi selama tiga hari karena tingginya air dan arus sungai yang deras. "Akses jembatan memang tidak ada di sana," katanya.

 

Disaster Response Center Masyarakat Peduli Bencana Indonesia (DRC-MPBI) salah satu relawan peduli bencana yang pertama tembus masuk ke wilayah Tosua.

Mereka membawa bantuan kepada warga melalui jalur Tanrutedong, Kabupaten Sidrap menggunakan motor trail pada Minggu (16/5/2021). Itu setelah mendapat informasi dari warga tiga hari pasca kejadian.

"Lima unit rumah rusak parah, 38 keluarga sempat terisolasi tiga hari akibat jalan terputus karena material longsor dan lumpur serta tingginya air sungai," jelas Ardi Anugrah Said, ketua DRC-MPBI, Senin (17/5/2021).

Lanjut Ardi, akibat longsoran tersebut akses keluar masuk warga terhalang sehingga warga sulit keluar untuk memberikan informasi karena di daerah tersebut tidak ada jaringan seluler.

"Kemudian kami dari DRC-MPBI melakukan distribusi bantuan logistik higienistik dan pakaian layak pakai yang sudah dilaundry," katanya.

"Kami menyerahkan bantuan kepada kepala dusun dan warga yang terdampak langsung. Didampingi oleh kepala Desa Lombok, Kecamatan Pituriase, Kabupaten Sidrap bersama warga Desa Lombok," ungkap Ardi Anugrah.

Menurut Ardi, mereka awalnya berjumlah lima orang dari MPBI. Namun, hanya dua orang yang sampai ke lokasi akibat sulitnya medan.

"Kita juga sudah berkomunikasi langsung dengan Tim Terpadu Penanganan Bencana Wajo di lokasi terdampak banjir lumpur di Dusun Tosua. Jadi kami menyampaikan kondisi akses jalan dari arah Tanrutedong," tutupnya.

Penulis : Abd Rasyid. MS