Minggu, 16 Mei 2021 07:31

Nasihat Menggetarkan Sekaligus Menakutkan AGH Sanusi Baco Tahun 2013 yang Kembali Terulang

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
AGH Sanusi Baco
AGH Sanusi Baco

Wafatnya seorang ulama berbeda dengan meninggalnya seorang yang kaya raya atau seorang pejabat.

RAKYATKU.COM -- Banyak yang kehilangan atas wafatnya AGH Sanusi Baco. Di balik itu, ada yang jauh lebih mengkhawatirkan.

Delapan tahun lalu atau tepatnya tahun 2013, AGH Sanusi Baco menyampaikan nasihat yang menggetarkan. Ketika itu AGH Bakri Wahid wafat.

Kiai Bakri Wahid seorang ulama Sulsel berdarah Minang. Juga cukup terkenal. Akrab di telinga masyarakat Sulsel pada era 1980-an hingga 1990-an melalui Radio Republik Indonesia (RRI).

Baca Juga : Gantikan AGH Sanusi Baco, Prof KH Najamuddin: Jangan Paksa Saya Kalau Melawan Aturan

Pada waktu sahur, RRI Makassar punya program tanya jawab seputar masalah keislaman. Pak Kiai sebagai narasumber, dipandu Daeng Naba. Belakangan Daeng Naba diganti Daeng Bani alias Ustaz Agung Wirawan, mantan anggota DPRD Makassar.

Kiai Bakri Wahid wafat pada 2013 dalam usia yang juga sudah sepuh. Pada hari kematian itu, AGH Sanusi Baco tampil menyampaikan nasihat tentang kematian.

 

"Wafatnya seorang ulama berbeda dengan meninggalnya seorang yang kaya raya atau seorang pejabat. Orang kaya meninggal, maka hartanya tidak dibawa serta, bahkan dibagi-bagi," kata AGH Sanusi Baco kala itu.

Baca Juga : Takziah AGH Sanusi Baco di Masjid Raya, UIM Akan Hadirkan Ulama dan Tokoh Nasional

"Dan jika pejabat meninggal, maka jabatannya akan diambil alih orang lain. Adapun jika seorang ulama meninggal, maka dia pergi bersama ilmunya. Sungguh merugi umat dengan kepergian seorang ulama," lanjut AGH Sanusi Baco.

Nasihat itu dikutip Dr Muhammad Yusran Anshar Lc, MA. Mantan ketua Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar. Ustaz Yusran, sapaan akrabnya, ikut hadir saat itu.

Baca Juga : Fakta Baru Wafatnya AGH Sanusi Baco: Pak Kiai Sempat Bermimpi pada Jumat Malam

Begitu berkesannya nasihat AGH Sanusi Baco itu sampai Ustaz Yusran mengutipnya dalam status di akun Facebooknya.

Sudah lama Ustaz Yusran yang juga ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah ini, terkesan dengan ceramah-ceramah AGH Sanusi Baco.

"Nasihat dan wejangan beliau yang penuh hikmah telah kami dengarkan dan ikuti sejak masih SD (sekitar 1978). Beliau ustaz pertama yang kami kenali bergelar Lc, paling tidak di wilayah Sulsel," kenangnya.

Baca Juga : Kakanwil Kemenag Sulsel Cerita Pertemuan Terakhirnya dengan AGH Sanusi Baco

Tahun 2011, Ustaz Yusran yang dikenal salah satu pakar hadis di Makassar mendapatkan kehormatan memberikan ceramah umum dengan tema "Membeli Surga Dengan Kontan". AGH Sanusi Baco tampil memberikan sambutan serta menyampaikan beberapa nasihat pengantar.

"Tahun 2013 sewaktu ulama kharismatik lainnya KH Bakri Wahid rahimahullah wafat, kembali kami terkesan mendengarkan wasiat dan pesan KH Sanusi Baco Lc rahimahullah yang kami tuliskan dan nukilkan dalam status FB kami waktu itu. Tampaknya nasihat beliau waktu itu sangat relevan untuk kita katakan dan ulangi pada saat giliran beliau yang wafat," lanjut Ustaz Yusran.

 

#AGH Sanusi Baco #Ustaz Muhammad Yusran Anshar