Minggu, 16 Mei 2021 06:08

AGH Sanusi Baco Tarawih 20 Rakaat Selama Ramadan, Anak Kandung Ungkap Kronologi dari Sakit hingga Wafat

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Irfan Sanusi
Irfan Sanusi

AGH Sanusi Baco masih sempat berbicara jelang magrib.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - AGH Sanusi Baco menutup hidup dengan indah. Setelah menuntaskan ibadah Ramadan. Gurutta wafat 3 Syawal 1442 Hijriah.

Selama Ramadan, AGH Sanusi Baco tak pernah melewatkan salat tarawih walau usianya sudah 84 tahun. Walau harus menggunakan kursi, salat tarawihnya 20 rakaat.

"Saya sering bersama beliau. Menemani salat tarawih selama 20 rakaat," tutur Irfan, salah seorang putra AGH Sanusi Baco, Sabtu malam (16/5/2021).

Baca Juga : Gantikan AGH Sanusi Baco, Prof KH Najamuddin: Jangan Paksa Saya Kalau Melawan Aturan

Dia lantas mengungkap, kronologi sakit hingga wafatnya ulama kharismatik Sulawesi Selatan itu. Selama Ramadan, Pak Kiai sehat walafiat. Pada pekan terakhir, masih sempat memenuhi undangan Kementerian Agama.

"Pulang dari undangan Kementerian Agama, beliau masih sehat. Akhir-akhir Ramadan pun beliau sering bercanda," kata Irfan saat ditemui di kediaman AGH Sanusi Baco di Jalan Kelapa Tiga, Makassar, Sabtu (15/5/2021).

 

Pada Jumat pagi (14/5/2021), AGH Sanusi Baco sarapan pagi sekitar pukul 09.00 wita. Pak Kiai sempat makan anggur dan jeruk. Juga minum teh hangat.

Baca Juga : Takziah AGH Sanusi Baco di Masjid Raya, UIM Akan Hadirkan Ulama dan Tokoh Nasional

"Sesaat setelah minum teh, beliau merasakan sakit di perut. Karena kemarin masih suasana libur, apotek tutup, dokter juga tidak ada yang bertugas. Hari Jumat sempat mendapatkan bantuan obat penahan nyeri dan diinfus di rumah," lanjut Irfan Sanusi.

Karena kondisi AGH Sanusi Baco tidak mengalami perubahan, pihak keluarga memutuskan untuk membawanya ke Primaya Hospital atau dulu dikenal dengan RS Awal Bros.

"Tadi siang (Sabtu) kondisinya menurun terus. Tensinya menurun main dari 80 ke 60 dan 60 ke 40. Namun beliau masih sempat sadar dan bercerita menjelang magrib," bebernya.

Baca Juga : Fakta Baru Wafatnya AGH Sanusi Baco: Pak Kiai Sempat Bermimpi pada Jumat Malam

Selepas itu, kondisi almarhum menurun lagi hingga akhirnya dibawa ke ruang ICU. Denyut nadinya berada di angka 20 persen.

“Sempat rumah sakit menawarkan untuk pemasangan ventilator, namun saya menolaknya karena itu sudah menyiksa bagi almarhum. Apalagi kondisi beliau yang semakin menurun,” kata Irfan.

AGH Sanusi Baco akhirnya mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.00 Wita di usia 84 tahun.

Baca Juga : Kakanwil Kemenag Sulsel Cerita Pertemuan Terakhirnya dengan AGH Sanusi Baco

 

Penulis : Gilang Ramadhan
#AGH Sanusi Baco