Jumat, 07 Mei 2021 15:18

Bupati Luwu Utara Tegaskan Pelaksanaan Salat Id Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Redaksi
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bupati Luwu Utara Tegaskan Pelaksanaan Salat Id Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Di setiap lokasi pelaksanaan salat id, baik di masjid maupun di lapangan Luwu Utara, jarak jemaah harus diatur dan wajib memakai masker.

LUWU UTARA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menegaskan penarapan protokol kesehatan pada pelaksanaan salat Idulfitri 1442 H nantinya, wajib menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat memimpin rapat koordinasi, membahas persiapan pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 H bersama Kementerian Agama Luwu Utara, Camat se Luwu Utara dan beberapa pihak terkait.

Selain mendengarkan laporan dari setiap kecamatan terkait persiapan Salat Idulfitri, Indah juga memastikan sejauh mana persiapan pemerintah ditingkat kecamatan hingga desa untuk menerapkan protokol kesehatan di setiap titik lokasi tempat pelaksanaan Salat Id.

Baca Juga : Jadi Penguji Peserta Latsar CPNS, Bupati Luwu Utara Minta Rancangan Aktualisasi Berkelanjutan

"Pastikan semua masyarakat yang datang menggunakan masker, kalau perlu siapkan bagikan masker kepada masyarakat yang datang tanpa menggunakan masker," tegas Indah, Jumat (7/5/2021).

Indah juga menegaskan, disetiap lokasi pelaksanaan salat Id nantinya, baik di masjid maupun di lapangan, jarak jemaah harus diatur, ini dlakukan semata-mata demi mengantisipasi penularan Covid-19.

 

"Luwu Utara sudah zona hijau, ini harus kita pertahankan, memang tidak mudah mengatur masyarakat banyak. Tapi saya minta semua pemerintah kecamatan sampai desa, Satgas Covid untuk tidak lelah terus melakukan sosialisai terkait hal ini," tutur Indah.

Baca Juga : Wabup Luwu Utara Minta Job Fair Distransnaker Dibarengi Vaksinasi COVID-19

Bupati perempuan pertama di Sulsel itu juga mengingatkan, pada tanggal 13 Mei nantinya umat kristiani juga akan memperingati kenaikan Isa Almasih. "Artinya ada dua agama besar memperingati hari besar pula. Jadi bagaima pemerintah disetiap kecamatan dan desa betul betul mengatur sedemikian rupa agat tiidak terjadi kerumunan," imbuhnya.

"Misalnya di lapangan Salassa, saya sarankan di situ tidak dijadikan sebagai lokasi salat id. Karena disitu ada beberapa gereja dan sudara kita ummat kristiani juga memperingati hari kenaikan Isa Almasih, jadi potensi berkerumun itu besar. Jadi harus diantisipasi sejak awal," pungkasnya.

#pemkab luwu utara