Selasa, 04 Mei 2021 22:55

Tahun Lalu Tak Mengkhawatirkan, Pemkot Kendari Izinkan Salat Id di Masjid

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Rapat koordinasi (rakor) Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang berlangsung pada Selasa (4/5/2021).
Rapat koordinasi (rakor) Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang berlangsung pada Selasa (4/5/2021).

Langkah ini diambil berdasarkan pelaksanaan salat id pada 2020 lalu yang dinilai tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 mengkhawatirkan.

RAKYATKU.COM, KENDARI - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggelar rapat koordinasi (rakor) guna mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kambtibmas) jelang Lebaran Idulfitri.

Rakor di antaranya membahas mengenai pelaksanaan salat Idulfitri yang rencananya pelaksanaannya diizinkan di seluruh masjid dan lapangan di Kota Kendari.

Langkah ini diambil berdasarkan pelaksanaan salat id pada 2020 lalu yang dinilai tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 mengkhawatirkan.

Baca Juga : Jelang HUT Ke-190 Kendari, Wali Kota bersama PSMTI Serahkan 500 Paket Sembako

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan pemerintah kota menawarkan seluruh masjid, dengan catatan membuka masjid tidak akan terjadi lonjakan kerumunan pada saat salat id.

"Kalau titiknya berarti terpecah, kalau di Kendari ada sekitar 600 lebih masjid, kalau situasi normal cuman 100 titik," beber Wali Kota Kendari, Selasa (4/5/2021)

 

Tidak hanya itu, pelaksanaan salat id berdasarkan beberapa syarat dapat dilaksanakan di lapangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga : Penegakan Prokes Jelang Idulfitri, Wali Kota Kendari Ikuti Rakor Kemendagri

Menjelang momen mudik, pemerintah kota kembali menegaskan bahwa sesuai dengan instruksi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait mudik antar kabupaten/kota tidak perlu dilakukan jika tidak urgent.

Pemerintah kota rencananya akan melakukan pengamanan di sejumlah titik rawan dan perbatasan yang menjadi akses masuk.

“Yang paling rawan menurut saya yang betul-betul perlu kita jaga itu, pintu gerbang Ranomeeto karena ini aksesnya dari bandara. Yang pintu gerbang Konda yang memungkinkan menjadi akses dari berbagai daerah serta gerbang Puuwatu yang menurut saya sangat berisiko karena menjadi akses dari Selatan dan Sulawesi Tengah akses masuknya dari situ,” beber Wali Kota.

Baca Juga : Jalin Silaturahmi, Wakil Wali Kota Kendari Menggelar Buka Puasa Bersama

Wali Kota mengatakan, Kendari sedang berusaha agar tidak menyusul wilayah lain yang kasus COVID-19 mengalami kenaikan.

Penulis : Lisa Emilda
#pemkot kendari