Kamis, 29 April 2021 15:40

Belajar dari India, Wabup Luwu Utara Minta Semua Pihak Tetap Waspadai Kasus Covid-`19

Redaksi
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Belajar dari India, Wabup Luwu Utara Minta Semua Pihak Tetap Waspadai Kasus Covid-`19

Wabup Suaib Mansur tentu tak ingin prilaku minor di tengah pandemi itu terjadi juga di Luwu Utara.

LUWU UTARA - Negara India kini menjadi negara dengan kasus COVID-19 terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat. India sedang diterjang badai “tsunami” COVID-19.

Bahkan lebih parah dari sebelumnya. Sebagian besar rumah sakit tak mampu lagi menampung pasien COVID-19 akibat okupansi yang melebihi kapasitas. Pasien COVID-19 yang meninggal pun mengalami peningkatan yang sangat pesat.

Pemerintah Republik Indonesia tentu tak ingin seperti India. Di tengah perkembangan COVID-19 yang kini mulai menggembirakan, kewajiban masyarakat adalah tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Baca Juga : Penjelasan Camat Rampi Soal Ibu Hamil yang Ditandu Warga Menuju Puskesmas

Hal ini pula yang melandasi Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur, kembali mengingatkan seluruh Perangkat Daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, bahkan sampai dusun, untuk tidak berhenti mengimbau masyarakat agar tetap disiplin protokol COVID-19.

“Alhamdulillah, kasus aktif kita sudah nol. Meski persentase kematian tinggi, tapi angka kesembuhan kita sudah di atas nasional, yaitu 96,51%. Semua kecamatan kini zona hijau. Ini artinya, kinerja penanganan COVID-19 cukup menggembirakan,” tutur Suaib, saat memimpin Rakor Penanganan COVID-19, Kamis (29/4/2021), di Aula La Galigo Kantor Bupati.

 

Meski begitu, kata Suaib, kondisi seperti ini yang terkadang membuat masyarakat lengah. Protokol kesehatan dilonggarkan, masker sudah sering dilepas, kegiatan kumpul-kumpul terjadi di mana-mana. Semua laiknya normal kembali seperti semula. Sama persis di negeri Mahatma Ghandi, India. Wabup Suaib Mansur tentu tak ingin prilaku minor di tengah pandemi itu terjadi juga di Luwu Utara.

Baca Juga : Terapkan Prokes Ketat, Bupati dan Wakil Bupati Salat Idulfitri di Halaman Kantor Pemda

“Justru kondisi seperti inilah yang membuat kita sering lengah. Merasa sudah jauh lebih baik, lantas kita abai terhadap protokol kesehatan,” ujar Suaib mengingatkan.

“India itu sudah jauh lebih baik. Bahkan menjadi rujukan PPKM skala mikro. India juga merasa COVID-19 sudah bisa dikendalikan, tapi selanjutnya apa yang terjadi, peningkatan kasus terus meningkat secara eksponensial, tidak lagi linier. Loncatannya sungguh luar biasa. Hanya karena mereka mengabaikan protokol COVID-19,” sambungnya. Untuk itu, ia mengimbau semua pihak, para Kepala Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa dan Lurah, agar pada setiap pertemuan selalu mengingatkan masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

“Mohon ini menjadi perhatian kita bersama, sesuai arahan bapak Presiden, di mana beliau selalu menyelipkan imbauan protokol kesehatan, serta bagaimana mempertahankan kondisi yang sudah mulai membaik dengan pengetatan protokol COVID-19. Nah, arahan ini sudah di-breakdown, minimal dengan PPKM berskala mikro,” pungkasnya. Rakor Penanganan COVID-19 ini juga dihadiri unsur Forkopimda, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, para Kepala Perangkat Daerah, para Camat, serta para Kabag Setda.

#pemkab luwu utara