Sabtu, 24 April 2021 15:02

Blak-blakan GM Hotel Santika Sempat Tutup 2 Bulan karena Pandemi

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
GM Hotel Santika Makassar, Yuli Priyono.
GM Hotel Santika Makassar, Yuli Priyono.

Hotel Santika Makassar terpaksa harus menutup hotel sampai dua bulan sambil mempelajari proses penanganan pandemi COVID-19.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar terhadap bisnis perhotelan. Tingkat hunian turun dan minim kegiatan karena adanya pembatasan.

Selama pandemi, orang-orang diimbau untuk tetap tinggal di rumah dan menghindari bepergian atau keluar rumah untuk sesuatu yang tidak mendesak.

Hal tersebut dikatakan General Manager (GM) Hotel Santika Makassar, Yuli Priyono, kepada Rakyatku.com, Jumat (23/4/2021) malam.

Baca Juga : Berbagi di Masa Pandemi, Personel Ditlantas Polda Sulsel Beli Dagangan PKL 10 Kali Lipat dari Harga

"Iya memang dari awal dampak sungguh luar biasa ya karena memang tamu sudah tidak ada," katanya.

Pihaknya pun terpaksa harus menutup Hotel Santika sampai dua bulan sambil mempelajari proses penanganan pandemi ini.

 

"Di awal-awal kita juga harus menutup sampai dua bulan. Kenapa kita tutup bukan karena apa-apa. Karena memang kita belum berpengalaman menangani pandemi sehingga kita pelajari dulu bagaimana dampak cara penanganannya," ujar Yuli.

Baca Juga : Sempat Posting Foto "Nothing Without Nature", Wanita yang Banyak Bantu Orang Selama Pandemi Tewas Kena Longsor

Yuli mengatakan, setelah mempelajari prosedur penanganan, akhirnya hotel dibuka lagi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sponsored by MGID

"Sebelum masuk di Hotel Santika harus melewati pemeriksaan yang ketat mulai pakai masker, cuci tangan, cek suhu tubuh, dan penyemprotan kaki ini yang jarang dilakukan di tempat lain," kata Yuli.

Selain itu, tamu yang menginap lebih dari tiga hari di hotel tersebut harus melakukan rapid antigen.

Baca Juga : Ikhtiar Batin Akhiri Pandemi, Kemenag Sulsel Gelar Doa Bersama 4 Hari

"Rapid antigen untuk menjamin baik dari tamu sendiri maupun karyawan karena kita juga harus menjaga karyawan," ucapnya.

Bukan hanya pengujung, pegawai hotel pun diawasi dengan ketat dalam penerapan protokol kesehatan ini. Apabila tidak mematuhi, mereka akan dikenakan sanksi.

Menurut Yuli, dengan adanya penerapan protokol kesehatan ini akhirnya telah menjadi budaya sehingga tanpa disuruh sudah terbiasa melakukan itu.

Baca Juga : Ketahanan Keuangan Diuji di Tengah Pandemi, PLN Bukukan Laba Bersih Rp5,99 Triliun

"Jadi dari situlah kita jadikan pandemi ini sebagai budaya. Dari kita dipaksa dulu. Kalau kamu tidak sesuai ini, kamu tidak boleh masuk, gajimu sesuai dengan hari kerjamu," ujar Yuli.

"Akhirnya dia takut saya, tidak bisa kerja tidak dapat gaji, akhirnya mereka terbiasa. Nah ini kalau sudah terbiasa akan menjadi budaya tidak usah kita suruh sudah otomatis mereka mematuhi protokol kesehatan," tuturnya.

Menjaga kesterilan, Hotel Santika melakukan penyemprotan disinfektan sepekan dua kali di semua area.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Usman Pala
#hotel santika makassar #Pandemi Covid-19