Jumat, 02 April 2021 10:07

Tokoh Papua Ali Kalibay: Omong Kosong Kalau Ada OPM, yang di Gunung Itu KKB

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Setelah para tetua mereka meninggal, pada titik inilah OPM sudah tidak ada alias sudah punah karena Gerakan OPM tidak dilanjutkan oleh penerus keluarga mereka.

RAKYATKU.COM - Tokoh pemuda Papua, Ali Kabiay, menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) saat ini sudah punah. Selain itu, yang kerap melakukan tindak kekerasan adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di pegunungan. Mereka pun sudah mulai terdesak.

"Pergerakan KKB yang lebih dominan melakukan kekerasan karena sudah terdesak. Pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi Papua saat ini selalu merujuk pada kata kunci OPM dan KKB," kata Ali Kabiay dikutip dari Antara, Jumat (2/4/2021).

Ali Kabiay menilai, melihat kembali ke belakang, pergerakan Papua Merdeka di tahun-tahun sebelumnya, yang paling eksis melawan kedaulatan NKRI adalah OPM.

Baca Juga : KKB Tantang TNI-Polri Perang Terbuka, Wakapolda Papua: Kita Tidak Takut

OPM telah sedari dahulu menjangkiti pemikiran warga di sepanjang pantai atau pesisir Papua. "Jadi ceritanya bermula dari 1963. Aser Demotekay yang merupakan mantan Kepala Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, kemudian muncul juga gerakan pro-kemerdekaan Papua di Manokwari pada 1964, tokohnya adalah Terianus Aronggear. Organisasi Terianus dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dan nama OPM semakin dikenal tahun 1965 lewat pemberontakan bersenjata kelompok Permenas Ferry Awom di Manokwari," ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, pada pergolakan OPM pada waktu itu, orang Papua pantailah yang selalu aktif dalam melakukan perlawanan terhadap negara dengan aksi-aksinya.

 

Akan tetapi, tindakan pemerintah dan berjalannya waktu, kesejahteraan orang Papua pantai mulai menjadi perhatian pemerintah.

Baca Juga : KKB Tembak Mati Warga Intan Jaya, Dikira Mata-Mata TNI-Polri

Ali menyebut fakta saat ini telah banyak anak-anak Papua pantai yang diberikan kesempatan oleh negara untuk bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), juga diberikan jabatan-jabatan fungsional.

Juga anak-anak pantai mengabdi kepada NKRI dengan menjadi anggota TNI-Polri, juga kesempatan berkiprah di berbagai bidang olah raga.

Pemerintah juga memberikan kesempatan seluas-luasnya para pemuda Papua belajar, mendapatkan beasiswa. Hal ini membuat banyak para pemuda Papua yang sukses di berbagai bidang, baik pemerintahan pusat maupun di daerah.

Baca Juga : Papua Diguncang Gempa Bumi 5,7 Magnitudo

"Bahkan anak-anak Papua juga sukses di luar negeri memberikan kebanggaan negara sehingga mereka merasa puas atas perhatian dari Pemerintah. Belum lagi banyaknya infrastruktur dan pembangunan di Papua mulai dapat dinikmati masyarakat Papua," ungkap Ali Kabiay.

Setelah para tetua mereka meninggal, menurut Ali Kabiay, pada titik inilah OPM sudah tidak ada alias sudah punah karena Gerakan OPM tidak dilanjutkan oleh penerus keluarga mereka.

Sebagai contoh, sebut Ali Kabiay, Ketua Dewan Adat Presidium Papua saat itu Theys Hiyo Eluay yang merupakan tokoh perjuangan Papua merdeka.

Baca Juga : Kontak Senjata KKB di Nduga, 3 Anggota TNI Terluka

Putra Theys yakni Yanto Eluay telah mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai anggota DPRD Kabupaten Jayapura dan terus melakukan terobosan bersama pemerintah untuk membangun Papua dalam bingkai NKRI.

Ali Kabiay mengakui, ketika negara sudah sangat memberikan perhatian kepada masyarakat Papua baik kesejahteraan, kesempatan belajar, dan menduduki pemerintahan, yang dahulu mereka menyebut dirinya OPM sekarang adalah bagian dari warga negara Indonesia.

"Dan bila ada yang masih menyebut diksi OPM-TPNPB mereka adalah bagian penyusupan politik, bukan murni dari mereka, karena sesungguhnya mereka sudah punah. Omong kosong jika ada OPM-TPNPB. Karena yang ada sekarang ini adalah Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB yang berada di area pegunungan," ujarnya.

Baca Juga : KKB Tembak Warga Sipil di Papua, 1 Tewas

Sumber: Antara

#papua #OPM #KKB Papua