Kamis, 01 April 2021 10:01

Akibat Salah Campur Bahan, 15 Juta Dosis Vaksin Johnson & Johnson Rusak

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Akibat Salah Campur Bahan, 15 Juta Dosis Vaksin Johnson & Johnson Rusak

Dikelola oleh Emergent BioSolutions, sebuah perusahaan biofarmasi yang berbasis di Maryland, pabrik tersebut bermitra dengan J&J dan AstraZeneca dan memproduksi imunisasi kedua perusahaan tersebut.

RAKYATKU.COM - Sebanyak 15 juta dosis vaksin Johnson & Johnson dikabarkan rusak dalam 'kecelakaan pencampuran bahan' di pabrik Baltimore, Amerika Serikat (AS). Kejadian ini menunda pengiriman vaksin covid-19 di Negeri Paman Sam.

“Pengiriman vaksin virus korona sekali pakai dari Johnson & Johnson akibat campur aduk bahan vaksin yang merusak produksi. Pejabat AS sedang menyelidiki, tetapi sejauh ini memutuskan insiden tersebut sebagai akibat dari kesalahan manusia,” laporan The New York Times, Kamis 1 April 2021.

Dikelola oleh Emergent BioSolutions, sebuah perusahaan biofarmasi yang berbasis di Maryland, pabrik tersebut bermitra dengan J&J dan AstraZeneca dan memproduksi imunisasi kedua perusahaan tersebut.

Baca Juga : Penduduk Indonesia Terima Vaksin Penuh COVID-19 Baru 9,75 Persen

Meskipun campur aduk pabrik memicu penghentian pengiriman vaksin J&J di masa mendatang sementara Food and Drug Administration (FDA) mengevaluasi lini produksi. Jeda tersebut tidak akan memengaruhi dosis yang saat ini didistribusikan di seluruh AS, karena batch sebelumnya diproduksi di pabrik yang berbeda di Belanda.

“Puluhan juta dosis diharapkan datang dari fasilitas Baltimore selama bulan depan. Tetapi pengiriman di masa depan sekarang sedang diawasi karena regulator federal menangani masalah kontrol kualitas,” imbuh laporan itu.

 

“J&J mengatakan akan meningkatkan pengawasan dan kontrolnya atas Emergent BioSolutions untuk menghindari kesalahan serupa di masa depan,” menurut The New York Times.

Baca Juga : Pakar: Vaksin Selamatkan 50 Juta Nyawa, tapi COVID-19 Ancam Kemajuan Masa Depan

Namun, meskipun jutaan dosis terbuang percuma, pejabat kesehatan masih berharap AS memiliki pasokan vaksin yang cukup untuk memenuhi janji Presiden Joe Biden untuk menghasilkan cukup suntikan untuk menyuntik setiap orang dewasa pada akhir Mei. Pengiriman akan dilanjutkan untuk dua vaksin lain yang disetujui federal yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Sponsored by MGID

Perusahaan terakhir saat ini sedang mencari otorisasi untuk memperluas botol vaksinnya untuk mengemas 15 dosis, bukan 10, yang berpotensi mengimbangi pengiriman J&J yang tertunda.

sumber: medcom.id

Sponsored by advertnative
 
#Vaksin Covid-19