Sabtu, 27 Maret 2021 08:32

Penduduk Indonesia yang Divaksin COVID-19 Tembus 10 Juta

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Dengan kecepatan harian mendekati 500 ribu penyuntikan per hari sehingga diharapkan Maret dan April di mana ketersediaan vaksin adalah 15 juta per bulan.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Sampai saat ini masyarakat Indonesia yang sudah menerima suntikan vaksin COVID-19 mencapai 10 juta orang.

"Memang alhamdulilah dan insyaallah hari ini vaksinasi akan menembus 10 juta vaksinasi," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam telekonferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (26/3/2021).

"Dengan kecepatan harian kita mendekati 500 ribu penyuntikan per hari sehingga diharapkan bulan Maret dan April di mana ketersediaan vaksin adalah 15 juta per bulan," tambahnya.

Baca Juga : KALLA Sukses Salurkan 115 Ribu Vaksin ke Masyarakat Umum

Dalam rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, dia menjelaskan kecepatan penyuntikan vaksin dalam program vaksinasi COVID-19 sejauh ini sudah sesuai dengan target pemerintah.

Namun, dia menegaskan bahwa tentang lonjakan kasus COVID018 di beberapa negara, termasuk India, dalam beberapa waktu terakhir ini, bisa mengakibatkan terjadinya embargo vaksin.

 

“(Embargo vaksin) bisa mengganggu ketersediaan vaksin dalam beberapa bulan ke depan terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo, sehingga kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan vaksin agar tidak terjadi kekosongan vaksin nantinya,” paparnya.

Baca Juga : Vaksinasi Lintas Agama Muhammadiyah Makassar Siapkan 3.000 Dosis, Silakan Daftar di Sini

Budi mengatakan, Presiden juga menyoroti kenaikan kasus corona yang terjadi di beberapa negara di Eropa karena adanya varian baru. Jokowi tidak ingin hal serupa juga terjadi di Indonesia mengingat varian baru virus corona B117 dari Inggris juga sudah masuk ke Indonesia sejak Januari lalu.

Sponsored by MGID

“Arahan Bapak Presiden coba dicari titik keseimbangan agar hasil yang sudah bagus karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro dan vaksinasi kita tidak kehilangan momentum perbaikannya dengan demikian kita diharapkan terus turun dan tidak mengalami lonjakan seperti di Eropa,” jelas Budi.

Dia juga mendorong kelompok masyarakat yang berusia 60 tahun ke atas atau lanjut usia (lansia) untuk segera divaksinasi COVID-19. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat yang masuk dan dirawat di rumah sakit karena COVID-19 adalah lansia.

Baca Juga : Kolaborasi Binda Sulsel, Vaksinasi Massal Honda Bertabur Hadiah di Mal Nipah

Budi yakin, vaksinasi kepada lansia bisa menekan angka kematian, dan tingkat keterisian tempat tidur di ruang isolasi dan ICU di rumah sakit rujukan COVID-19 juga menjadi berkurang.

Tidak lupa dia juga berpesan kepada masyarakat, walaupun sudah divaksinasi tetap untuk menjaga protokol kesehatan, karena vaksinasi ini tidak membuat seseorang untuk kebal sepenuhnya terhadap virus corona.

“Masih bisa terkena tapi karena antibodi baik segera cepat sembuh dan tidak harus ke RS tapi masih bisa menularkan. Karena itu tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sehingga adanya strain baru pun tidak usah kita khawatirkan,” kata Budi.

Baca Juga : LPKA Maros Gelar Vaksinasi, 24 Lapas-Rutan dan LPKA Se-Sulsel Sudah Mencapai 95,07 Persen

Sumber: VOA Indonesia

Sponsored by advertnative
 
#vaksinasi covid-19 #Kementerian Kesehatan