Selasa, 23 Maret 2021 20:02

Survei: Hampir Sepertiga Warga Indonesia Tidak Mau Divaksin COVID-19

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Hanya 46 persen responden yang mantap untuk melakukan vaksinasi. Sementara , 23 persen mengaku pikir-pikir.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil temuan risetnya, Selasa (23/3/2021). Salah satu hasilnya adalah 29 persen atau hampir sepertiga warga di Indonesia mengaku tidak mau melakukan vaksinasi COVID-19.

"Jika vaksin sudah tersedia, apakah warga akan melakukan vaksinasi COVID? Ternyata temuan survei ini sangat banyak warga yaitu 29 persen warga yang tidak mau divaksin," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam rilis survei yang digelar daring, Selasa (23/3/2021).

Hanya 46 persen responden yang mantap untuk melakukan vaksinasi. Sementara itu, 23 persen mengaku pikir-pikir dan 2 persen tidak menjawab pertanyaan ini.

Baca Juga : Koordinator Posko Covid-19 Barru: Banyak Data Vaksin 2 Warga Drop Out

"Kalau kita asumsikan pikir-pikir dulu dan tidak menjawab ini terdistribusi secara proporsional kepada dua kategori, akan atau tidak akan (melakukan vaksinasi), maka yang mengatakan akan (melakukan vaksinasi) potensinya kalau proporsional baru 61 persen," tutur Deni.

Secara demografi, yang tidak mau melakukan vaksinasi mayoritas merupakan laki-laki yakni 33 persen, sedangkan warga perempuan yang tidak mau divaksin mencapai 26 persen.

 

Warga dari perdesaan yang tidak mau divaksin mencapai 30 persen, sedangkan warga perkotaan sebanyak 28 persen.

Baca Juga : Capaian Vaksinasi Dosis Dua Rendah, Kemenkes: Masyarakat Merasa Tak Perlu Dapat Perlindungan

Dari segi umur, anak mudia usia kurang dari 25 tahun menjadi kelompok yang paling banyak tidak mau divaksin dengan jumlah 37 persen.

Sponsored by MGID

Selanjutnya, dari segi pendidikan, yang enggan divaksin mayoritas lulusan SD atau kurang, yakni 34 persen.

Dilihat dari wilayahnya, masyarakat luar Pulau Jawa lebih banyak yang tidak mau divaksin, yaitu 33 persen. Di Pulau Jawa, warga yang tak mau divaksin mencapai 27 persen.

Baca Juga : Ramadan, Vaksinasi Warga Tanete Rilau Barru Jalan Terus

Deni berujar, kecenderungan melakukan vaksinasi berkaitan dengan sikap warga terhadap COVID-19. Warga yang sangat takut terhadap virus lebih mantap untuk melakukan vaksinasi.

"Kemudian warga yang yakin bahwa jumlah yang terinfeksi Covid makin banyak itu juga lebih mantap mau divaksin," ujarnya.

Deni menyebut, temuan tentang jumlah warga yang tidak mau divaksin ini perlu menjadi perhatian pemerintah. Itu karena pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 di Tanah Air menjangkau 71 persen penduduk.

Baca Juga : Warga Antusias Ikuti Vaksinasi di Puskesmas Tamalanrea

"Proporsi (temuan survei) ini tentu masih kurang dari target yang dicanangkan oleh pemerintah," kata dia.

#Survei SMRC #vaksinasi covid-19