Jumat, 12 Maret 2021 10:25

Anggap COVID-19 Akal-akalan Politik, Pria Ini Akhirnya Terpapar dan Harus Dibantu Oksigen Seumur Hidup

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dia menyesal sempat begitu konyol berpikir COVID-19 akan hilang sehari setelah pemilu Amerika Serikat berlangsung.

RAKYATKU.COM - Ini bisa jadi pelajaran untuk siapa pun bahwa COVID-19 adalah hal nyata dan berbahaya. Seperti yang dialami pria yang satu ini.

Tak percaya COVID-19, pria bernama Paul Russell akhirnya terpapar dan dirawat di rumah sakit. Dia lalu divonis dokter akan membutuhkan bantuan oksigen seumur hidupnya.

Sebelumnya, dia yakin COVID-19 hanyalah akal-akalan politik dan akan segera hilang usai pemilu di Amerika Serikat (AS) berakhir.

Baca Juga : Cetak Rekor Dalam 24 Jam, Ada 217.353 Penambahan Kasus Covid-19 di India

Namun, sejak November lalu dia menghabiskan masa-masa perawatan di rumah sakit.

Pria yang bekerja sebagai pengemudi truk itu kini hanya bisa berbaring di ranjang RS dan menerima kondisinya tidak akan benar-benar kembali pulih.

 

"Saya akan menggunakan oksigen selama sisa hidup saya, menurut dokter saya," katanya dikutip dari Daily Star, Jumat (12/3/2021).

Baca Juga : Taliban: Kita Menang, Amerika Serikah Telah Kalah

Dia menyesal sempat begitu konyol berpikir COVID-19 akan hilang sehari setelah pemilu AS berlangsung.

"Sebelum saya terjangkit virus, saya adalah salah satu orang bodoh yang mengira virus itu akan hilang sehari setelah pemilihan (pemilu AS). Saya adalah salah satu ahli teori konspirasi itu," ucap Paul.

Semua pikiran Paul soal COVID-19 berubah usai dirinya terinfeksi di November lalu dalam perjalanan ke Florida.

Baca Juga : Jokowi: Hati-hati! Kasus Covid-19 Melonjak di Banyak Negara

"Awalnya saya tidak tahu apakah saya terinfeksi COVID-19 atau apa. Namun, teman saya mengatakan kepada saya bahwa kondisi saya tidak terlihat sangat baik sama sekali," bebernya.

Saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dirinya mengaku sempat putus asa dan berpikir tak akan selamat melawan COVID-19. Di malam masa kritisnya, dia sampai bermimpi sudah dijemput ayahnya, yang meninggal dunia tiga tahun lalu.

"Itu adalah malam saya mendapat kunjungan dari ayah saya," tambahnya.

Baca Juga : 6 Tahun Lagi, Korea Utara Siap Perang Nuklir dengan Amerika Serikat

Pemindaian paru-paru Paul menunjukkan jaringan parut yang parah. Paulus menceritakan dirinya juga mengalami rasa sakit yang terus-menerus di beberapa bagian tubuhnya yang berbeda.

Dia pun kerap pusing dan jantungnya berdebar kencang ketika bangun untuk melakukan apapun.

Bahkan, saat mandi, detak jantungnya meningkat menjadi 128 detak per menit, detak jantung seperti olahraga berat pada orang sehat berusia 63 tahun.

Baca Juga : Lengah dan Yakin Vaksin Bisa Akhiri Pandemi, Kasus dan Kematian COVID-19 Meningkat di Seluruh Dunia

Dirinya juga mengeluhkan gejala COVID-19 toes. "Bagian bawah kakiku pecah-pecah dan rasanya seperti berjalan di atas jarum."

#Covid-19 #Amerika Serikat #konspirasi