Kamis, 04 Maret 2021 17:30

Nurdin Abdullah Tidak Kooperatif, KPK Beberkan Proses Penangkapan di Rujab Gubernur Sulsel

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Nurdin Abdullah (menghadap belakang). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)
Nurdin Abdullah (menghadap belakang). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Tim KPK sudah cukup lama menunggu. Namun, Nurdin Abdullah tidak kunjung keluar untuk menemui.

RAKYATKU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pengakuan Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah, yang mengaku tengah tertidur saat diamankan.

"Saya tidur, dijemput," begitu kata Nurdin kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (27/2/2021) lalu.

Namun, KPK punya versi lain, bahkan lembaga antirasuah tersebut menilai Nurdin sempat tidak bersikap kooperatif saat dilakukan penangkapan di rumah jabatan Gubernur Sulsel.

Baca Juga : Novel Baswedan dan 74 Pegawai KPK Dinonaktifkan

"Ketika dilakukan penangkapan juga yang bersangkutan sedang ada di rumah, tim juga di sana cukup lama, kemudian kami menilai tidak kooperatif,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dikutip dari Detik, Kamis (4/3/2021).

Ali mengatakan, tim KPK sudah cukup lama menunggu. Namun, Nurdin tidak kunjung keluar untuk menemui. Ali menyebut Nurdin ataupun keluarga sudah tahu ada tim KPK di sana.

 

“Karena tim sudah datang di tempat itu, sudah cukup lama menunggu dari informasi yang kami terima, tapi kemudian tidak keluar juga,” bebernya.

Baca Juga : Penangkapan Bupati Nganjuk Ternyata Hasil Kerja Sama Pertama KPK dan Polri

“Dan mereka berkumpul di sebuah kamar, tidak hanya sendiri, tapi ada keluarganya juga, kalau dikatakan lagi tidur, ya, saya kira tidak juga, karena sudah lama, tahu ada tim. Bahkan informasinya sudah cukup lama menunggu,” lanjut Ali.

KPK menegaskan penangkapan terhadap Nurdin merupakan rangkaian dari operasi tangkap tangan. Sebab, tersangka lain, termasuk pemberi suap pun sudah ditangkap.

“Dugaan perbuatan yang ditetapkan oleh tersangka ini, sebuah rangkaian yang sebenarnya, kami cukup melihat dari peristiwa dugaan pidana yang sudah mereka lakukan. Kalau kemudian dilakukan tangkap tangan, tentu ini adalah bagian dari rangkaian ketika pemberi juga sudah dilakukan penangkapan,” tutur Ali.

Baca Juga : Ditangkap KPK, Bupati Nganjuk Punya Utang Miliaran

Ali mengatakan, KPK juga memiliki bukti kuat dalam penetapan tersangka terhadap Nurdin Abdullah serta dua tersangka lainnya.

“Kami menduga dan kami punya keyakinan dengan bukti yang cukup bahwa ketiganya sudah intensif melakukan komunikasi. Dan kemudian, kalau kita bicara secara hukum, ada satu kehendak yang sama, keinginan yang sama. Itu nanti akan kami buktikan semua. Oleh karena itu, kami tegaskan bahwa kami memiliki barang bukti cukup menetapkan mereka sebagai tersangka," katanya.

#OTT KPK #KPK #Nurdin Abdullah