Kamis, 25 Februari 2021 23:02

Mas Menteri Nadiem Kucurkan Rp52 Triliun Dana BOS 2021, Kini Besaran Jumlah Berbeda Tiap Daerah

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Nadiem Makarim.
Nadiem Makarim.

Perubahan besaran jumlah santunan BOS yang dibagikan akan bervariasi alias tidak seragam setiap daerah. Angkanya akan didasarkan pada letak atau keberadaan suatu daerah.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp52,5 triliun untuk dana bantuan operasional sekolah (BOS) 2021.

Mas Menteri Nadiem, sapaan akrab Nadiem Makarim, berujar anggaran itu akan disalurkan kepada total 216 ribu satuan pendidikan secara langsung melalui rekening sekolah.

"Di 2021 kita menyediakan dana BOS kepada 216 ribu satuan pendidikan dengan alokasi Rp52 triliun, bisa terlihat totalnya untuk 2021 sekitar Rp52 triliun," kata Nadiem di akun YouTube Kemendikbud, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga : Mendikbudristek Ubah Skema Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri: Tak Ada Lagi Tes Mata Pelajaran

Jumlah tersebut turun dari anggaran BOS pada 2020 sebesar Rp54,32 triliun dan dibagikan kepada total 45,4 juta jiwa. Namun, ada perubahan pada mekanisme besaran santunan kepada siswa penerima BOS .

Perubahan besaran jumlah santunan BOS yang dibagikan akan bervariasi alias tidak seragam setiap daerah. Angkanya akan didasarkan pada letak atau keberadaan suatu daerah.

 

Jadi nantinya, siswa terutama yang berada di daerah terluar, tertinggal, atau di wilayah Timur bisa mendapat santunan lebih besar hingga angka Rp1,9 juta. Jumlah itu meningkat dari besaran santunan yang diterima siswa pada 2020 sebesar Rp900 ribu.

Baca Juga : Cek Ponselmu! Kemendikbudristek Mulai Salurkan Bantuan Kuota Data Internet ke 24,4 Juta Penerima

"Berita terbaik bagi banyak daerah terutama terluar dan tertinggal di Indonesia adalah satuan biaya BOS, tidak lagi seragam," kata Nadiem.

Sponsored by MGID

Menurut Nadiem, kebijakan itu mengacu pada indeks kebutuhan hidup di setiap daerah. Nadiem menyebut di beberapa daerah terutama di wilayah Indonesia Timur, mereka hidup dengan biaya di atas rata-rata lantaran ongkos distribusi yang mahal.

Sumber: CNN Indonesia

#dana bos #Kemendikbud #nadiem makarim