Sabtu, 13 Februari 2021 19:02

Perpres Direvisi, Tolak Vaksinasi Disanksi Penghentian Bansos

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Presiden Jokowi saat disuntik vaksin. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat disuntik vaksin. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Aturan ini tertuang dalam dua pasal baru yakni Pasal 13A ayat (4).

RAKYATKU.COM - Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan Perpres Nomor 99/2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Perpres terbaru ini salah satunya mengatur tentang sanksi bagi masyarakat sasaran penerima vaksin yang menolak mengikuti vaksinasi COVID-19.

Dalam Pasal 13A, pemerintah mewajibkan seluruh sasaran penerima vaksin yang telah terdata untuk mengikuti vaksinasi COVID-19.

Baca Juga : Koordinator Posko Covid-19 Barru: Banyak Data Vaksin 2 Warga Drop Out

Vaksinasi bisa dikecualikan bagi sasaran yang tidak memenuhi kriteria penerima vaksin, salah satunya berkaitan dengan kondisi kesehatannya.

Bagi masyarakat yang menolak menerima vaksin, siap-siap ditunda atau bahkan dihentikan pemberian bantuan sosialnya. Juga ada ancaman sanksi lainnya berupa penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan.

Aturan ini tertuang dalam dua pasal baru yakni Pasal 13A ayat (4), yang berbunyi:

Baca Juga : Capaian Vaksinasi Dosis Dua Rendah, Kemenkes: Masyarakat Merasa Tak Perlu Dapat Perlindungan

"Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima Vaksin COVID-19 yang tidak mengikuti Vaksinasi COVID- 19 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dikenakan sanksi administratif, berupa:

Sponsored by MGID

a. penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial;
b. penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan; dan/atau
c. denda."

Perpres itu menyebut pemberian sanksi administratif itu dapat dilakukan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan badan sesuai dengan kewenangannya.

Baca Juga : Ramadan, Vaksinasi Warga Tanete Rilau Barru Jalan Terus

Lalu pada Pasal 13B disebutkan bahwa sasaran penerima vaksin yang tidak mengikuti vaksinasi juga dapat dikenakan sanksi, sesuai ketentuan UU tentang wabah penyakit menular.

#vaksinasi covid-19