Sabtu, 16 Januari 2021 10:37

Magnitudonya Bisa Mencapai 7,0 SR, BMKG Ungkap Pemicu Gempa Majene

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Magnitudonya Bisa Mencapai 7,0 SR, BMKG Ungkap Pemicu Gempa Majene

BMKG juga mengatakan bahwa mekanisme sesar naik ini mirip dengan pembangkit gempa Lombok yang terjadi pada 2018, yang mana bidang sesar membentuk kemiringan bidang sesar ke daratan.

RAKYATKU.COM -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap pemicu gempa Majene, Kamis-Jumat (14-15/1/2021).

Gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Majene dan sekitarnya merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang diakibatkan adanya aktivitas sesar aktif.

Gempa bumi yang pertama sebagai pembuka atau foreshock dilaporkan terjadi pada Kamis (14/1/2021) pukul 13.35 dengan magnitudo 5,9 pada episenter 2,99 LS dan 118,89 BT atau di darat pada jarak 4 kilometer arah barat laut Majene, kedalaman 10 km.

Baca Juga : 

Kemudian, gempa yang kedua atau mainshock terjadi pada Jumat pukul 01.28 WIB dini hari dengan magnitudo 6,2 pada episenter 2,98 LS dan 118,94 BT atau di darat pada jarak 6 kilometer arah timur laut Majene, kedalaman 10 kilometer.

Dalam keterangan tertulisnya, BMKG menyebut, gempa bumi yang tercatat menewaskan lebih dari 40 jiwa tersebut dipicu adanya sesar naik Mamuju atau Mamuju Thurst.

 

Hal itu dibuktikan dari hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thurst fault.

 

BMKG juga mengatakan bahwa mekanisme sesar naik ini mirip dengan pembangkit gempa Lombok yang terjadi pada 2018, yang mana bidang sesar membentuk kemiringan bidang sesar ke daratan.

Sesar naik Mamuju memiliki magnitudo dengan target mencapai 7,0 dengan laju geser sesar adalah 2 milimeter (mm) per tahun, sehingga sesar aktif ini harus diwaspadai karena mampu memicu gempa kuat.

#gempa sulbar