Rabu, 13 Januari 2021 10:47

Efikasi Vaksin COVID-19 Sinovac Merosot Jadi 50,4 Persen

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: EPA.
Foto: EPA.

Angka itu jauh di bawah persentase yang diumumkan pekan lalu.

RAKYATKU.COM - Para peneliti di Brasil mengungkap hasil terbaru efikasi vaksin COVID-19 Sinovac.

Dari uji klinis, ditemukan bahwa vaksin Sinovac hanya 50,4 persen efektif mencegah infeksi. Angka itu jauh di bawah persentase yang diumumkan pekan lalu.

Dikutip dari Reuters, ilmuwan dan pengamat mengecam pusat biomedis Butantan karena merilis sebagian data pada pekan lalu yang menghasilkan ekspektasi yang tidak realistis. Kebingungan mungkin menambah skeptisisme di Brasil tentang vaksin Tiongkok ini.

Baca Juga : Kakanwil dan Pejabat Kemenkumham Sulsel Jalani Vaksinasi Kedua, Kadiv Pemasyarakatan Rasakan Ini

"Kami memiliki vaksin yang bagus. Bukan vaksin terbaik di dunia. Bukan vaksin yang ideal," kata ahli mikrobiologi Natalia Pasternak, mengkritik Butantan.

Pekan lalu, para peneliti Brasil merayakan hasil yang menunjukkan 78 persen efikasi atau kemanjuran melawan kasus COVID-19 ringan hingga berat, tingkat yang kemudian mereka gambarkan sebagai kemanjuran klinis.

 

Pihak Butantan tidak mengatakan apa pun pada saat itu tentang kelompok infeksi COVID-19 sangat ringan di antara mereka yang menerima vaksin yang tidak memerlukan bantuan klinis.

Baca Juga : Google Luncurkan Fitur Jadwalkan Vaksinasi dalam 28 Bahasa

Ricardo Palacios, direktur medis untuk penelitian klinis di Butantan, mengatakan bahwa temuan kemanjuran baru yang lebih rendah termasuk data pada kasus sangat ringan tersebut.

"Kami membutuhkan komunikator yang lebih baik," kata Gonzalo Vecina Neto, seorang profesor kesehatan masyarakat di Universitas Sao Paulo dan mantan kepala regulator kesehatan Brazil Anvisa.

Pengungkapan sedikit demi sedikit tentang uji coba vaksin Tiongkok secara global telah menimbulkan kekhawatiran bahwa uji coba tersebut tidak tunduk pada pengawasan publik seperti yang dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa.

#Vaksin Covid-19 #vaksin sinovac