Senin, 11 Januari 2021 15:02

Ngeri! Implan Silikon di Bokong Bocor, Perempuan Transgender Ini Terancam Diamputasi

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Luara Butiellys Nunes Coelho. (Foto: Daily Star)
Luara Butiellys Nunes Coelho. (Foto: Daily Star)

Dokter yang melihat kondisi Luara menyatakan, jika tidak segera melakukan operasi, kakinya akan mengalami necrosis dan harus diamputasi.

RAKYATKU.COM - Kejadian tidak mengenakkan dialami perempuan transgender di Brasil. Hasil operasi plastik yang gagal bisa membuatnya seseorang cacat seumur.

Luara Butiellys Nunes Coelho, harus segera mencari pertolongan untuk implan yang dipasang di bokongnya. Implan silikon itu bocor dari bokong hingga ke kaki.

Luara harus menahan sakit setiap hari karena kakinya infeksi sampai jadi bengkak. Sayangnya,
mencari rumah sakit yang mau mengangkat siliko yang bocor itu bukan perkara mudah.

"Dokter bilang selama silikonnya tidak diangkat, saya akan terus mengalami infeksi dan kondisinya terus memburuk. Menyedihkan dan sakit sekali. Saya minum morfin untuk meredakan sakitnya," kata sosok 31 tahun ini seperti dikutip dari Daily Star, Senin (11/1/2021).

Dokter yang melihat kondisi Luara saat dia datang ke UGD rumah sakit di Kota Aparecida de Goiania, menyatakan jika tidak segera melakukan operasi, kakinya akan mengalami necrosis dan harus diamputasi. Kenyataan itu tidak bisa diterima Luara karena dia harus bekerjaa.

"Usiaku baru 31 tahun, aku saat ini kerja dan akan terus bekerja. Punya pekerjaan telah mengubah hidupku jadi lebih baik. Aku harus kerja, aku tidak bisa kehilangan kakiku," kata Luara.

 

Ketakutan Luara adalah jika silikon itu menyebar ke bagian tubuh lainnya dan membentuk benjolan. Tentu itu akan sangat membahayakan nyawa.

Dia mengaku sudah dua bulan terakhir rasa sakitnya semakin menjadi. Selama 30 hari ini pun dia menghabiskan hari-harinya keluar dan masuk rumah sakit karena selalu saja dioper tanpa kepastian. Ia menilai staf rumah sakit bersikap seperti itu karena latar belakangnya yang seorang transgender.

"Mereka terus saja memindahkanku dari satu tempat ke tempat lain. Tidak ada yang melakukan apapun. Kami, transeksual, sudah cukup banyak mendapatkan prasangka," curhatnya.

Luara pun berharap pusat pelayanan kesehatan umum Brasil lebih bisa menerima dan memahami para transgender yang membutuhkan pertolongan medis. Sayangnya hingga saat ini dirinya belum mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan karena beberapa kali ditolak akibat minimnya rujukan.

Namun, Luara masih punya secercah harapan. Dia berhasil mendapatkan jadwal konsultasi dengan salah satu spesialis bedah plastik, dan berharap bisa selangkah lebih maju menuju ruang operasi yang sangat dibutuhkannya saat ini.

#Implan #Amputasi