Jumat, 08 Januari 2021 15:03

Pendeta Ini Penggal Kepala Jemaatnya untuk Tumbal Akhiri Covid-19

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi
Ilustrasi

Tidak dapat dipercaya pada abad ke-21 bahwa orang masih berperilaku biadab seperti itu.

RAKYATKU.COM - Seorang pendeta asal India, tega memenggal kepala jemaatnya sendiri guna mengakhiri pandemi corona.

Imam tersebut adalah Sansari Ojha berusia 70 tahun, dan melakukan pembunuhan terhadap salah satu umatnya sendiri. Pemenggalan tersebut menurutnya telah direstui oleh seorang dewi.

Sansari Ojha sendiri merupakan pendeta atau imam dari Kuil Brahmani Devi. Ternyata sang imam melakukan pemenggalan terhadap korban, Saroj Kumar (52) pada Rabu lalu dalam keadaan mabuk alias teler akibat menghisp ganja.

Baca Juga : 

Pelaku beralasan pembunuhan itu terjadi karena bisikan yang ia dapatkan dari seorang dewi. Sang pendeta hindu dari daerah Bandhahuda di Odisha, India tersebut memenggal kepala Pradhan menggunakan kapak pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 waktu setempat di sebuah kuil.

Namun, setelah melakukan perbuatannya tersebut pelaku menyerahkan diri ke polisi. Menurut penuturan Detektif Ashish Kumar Singh, pelaku menyerahkan diri di hari yang sama dengan pembunuhan yang dilakukannya setelah tersadar.

Ojha mengaku dirinya mendapatkan sebuah perintah dari seorang dewi yang datang dalam mimpinya untuk mengorbankan manusia demi mengakhiri pandemi.

 

Pendeta itu mengklaim bahwa ia melihat seorang dewi dalam mimpinya dan diminta untuk mengorbankan nyawa manusia untuk mengakhiri coronavirus, ungkap perwira polisi sub-divisi Athagarh, Alok Ranjan Ray.

Karena itu, untuk menanangkan sang dewi, dia memenggal pria itu, tuturnya kepada Gulf News yang dikutip keepo.me.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, keduanya diketahui menghisap ganja sebelum peristiwa pemenggalan terjadi. Pak Pradhan rupanya selama ini telah berselisih dengan sang pendeta mengenai kebun mangga di desa Bandhahuda. Pak Pradhan merawat pohon-pohon di kuil Brahmani Devi yang saat ini aksesnya dibatasi akibat pandemi, dan pasangan tersebut berbagi kamar.

Tidak dapat dipercaya pada abad ke-21 bahwa orang masih berperilaku biadab seperti itu. Kami menuntut tindakan keras terhadap yang bersalah, beber seorang aktivis sosial Satya Prakash Pati kepada India Today.

#Covid-19 #viral #aneh