Rabu, 06 Januari 2021 23:59

Berkat Infrastruktur, Jeneponto Berpotensi Jadi Lumbung Energi dan Pangan Sulsel

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Berkat Infrastruktur, Jeneponto Berpotensi Jadi Lumbung Energi dan Pangan Sulsel

Nurdin Abdullah siap mengucurkan anggaran Rp56 miliar ke Jeneponto untuk pembangunan Pasar Turatea sebesar Rp20 miliar. Peningkatan jalan dan pembangunan pedesterian jalan sebesar Rp36 iliar.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR -- Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah berharap agar infrastruktur yang ada di Kabupaten Jeneponto dapat selesai sesegera mungkin. Agar dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan.

Bendungan Kelara dan Bendungan Karalloe, di antaranya. Dengan potensi infrastruktur yang ada, dapat menjadikan Jeneponto sebagai lumbung energi dan lumbung pangan.

"Apalagi kalau nanti Kelara selesai. Itu puluhan ribu hektare lahan bisa diairi," kata Nurdin Abdullah di rumah jabatan bupati Jeneponto, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga : 

Ia berharap, Presiden Jokowi bisa datang ke Jeneponto untuk meresmikan berbagai proyek strategis. Termasuk Bendungan Kelara.

Menurut Nurdin, potensi yang dimiliki Jeneponto sebagai lumbung energi, dapat menjadikan kabupaten ini sebagai pusat smelter yang merupakan fasilitas pengolahan hasil tambang.

Sumber energinya berasal dari tenaga bayu (angin). PLTB Jeneponto memiliki kapasitas 72 MW. Serta berbagai potensi energi lainnya yang dapat dimaksimalkan.

 

"Dari seluruh daerah di Sulsel, Jeneponto ini potensi anginnya paling tinggi. Paling berkualitas. Jadi hampir semua investor yang datang ke saya menyampaikan itu. Saya kira, salah satu syarat untuk mendirikan industri itu adalah listrik," jelasnya.

Potensi lain adalah sektor pariwisata. Jeneponto memiliki pantai yang indah.

Dalam kunjungan kerja ini, Nurdin juga melakukan kunjungan ke ruas jalan di Desa Kalimporo dan Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala. Ini merupakan dua akses jalan yang dibangun dari bantuan keuangan daerah.

Pemkab Jeneponto juga menyampaikan beberapa usulan pembangunan infrastruktur, seperti akses jalan, irigasi jaringan tersier, dan pembangunan tanggul.

Ia menjelaskan, dari usulan yang ada, Pemprov akan melihat yang mana dapat menjadi prioritas sesuai dengan kondisi keuangan.

Menurut Nurdin, yang mendesak adalah pembangunan Pasar Turatea sebesar Rp20 miliar. Juga peningkatan jalan dan pembangunan pedesterian jalan sebesar Rp36 miliar.

"Jadi total Rp56 miliar. Mungkin itu dulu prioritas. Yang lain kita akan melihat anggaran. Minggu depan Insyaallah SK-nya akan kita kirim. Mudah-mudahan ada sisa anggaran lagi, kita masukkan irigasi tersier," pungkasnya.

Pada berbagai kesempatan, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah menyatakan akan menjadikan Jeneponto sebagai pusat industri garam nasional.

"Karena garam ini kita impor, padahal potensi garam Jeneponto ini luar biasa," kata Nurdin Abdullah.

Ia berharap, di Jeneponto dapat memanfaatkan 10.000 hektare lahan yang ada untuk dikembangkan menjadi industri garam.

Hal yang juga dapat dilakukan oleh Pemprov adalah dengan memberikan bantuan keuangan daerah kepada perusahaan daerah Jeneponto.

"Saya kira tidak akan ada yang sulit, tinggal apakah kita support Pak Bupati dalam bentuk keuangan untuk memanfaatkan Perseroda-nya untuk membangun industri garam. Itu bisa saja sambil kita carikan mitra untuk pengelolaan," terangnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan di Desa Kalumpangloe, Kecamatan Arungkeke, 1 November 2018, hal ini telah dirumuskan.

"Kita punya banyak keunggulan seperti garam. Bahkan kemarin kita sudah rumuskan bersama dengan Pak Bupati, mendorong percepatan pembangunan. Kita rumuskan ingin jadikan pusat industri garam nasional Jeneponto ini," papar Nurdin Abdullah.

Penulis : Samsul Lallo
#jeneponto