Rabu, 06 Januari 2021 22:01

Di Bantaeng, Nurdin Abdullah Puji Kebijakan Wali Kota Makassar yang Berlakukan Jam Malam

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

Di Sulsel, tingkat kematian lebih rendah dari nasional dan jumlah kesembuhan lebih tinggi dari nasional.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pemerintah menerapkan pengetatan protokol kesehatan. Wilayah Jawa dan Bali kembali diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

PSBB Jawa-Bali berlangsung 11-25 Januari 2021. Pemerintah mengambil kebijakan ini karena peningkatan jumlah kasus Covid-19 di kedua pulau tersebut. Bagaimana dengan Sulsel yang jumlah kasusnya juga meningkat?

Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah menyebutkan akan mengikuti petunjuk pemerintah pusat.

Baca Juga : 

"Saya kira kita ikuti petunjuk pemerintah pusat," kata Nurdin Abdullah di Bantaeng, Rabu malam (6/1/2021).

Adapun kebijakan penerapan pengetatan di Jawa dan Bali, menurutnya, diambil karena tingkat jumlah kematian itu di atas rata-rata nasional. Sementara tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional.

Sementara di Sulsel, tingkat kematian lebih rendah dari nasional dan jumlah kesembuhan lebih tinggi dari nasional.

 

Upaya untuk menekan jumlah kasus terus dilakukan. Adapun peningkatan jumlah yang terjadi di Sulsel dan penerapan PSBB yang dilakukan di Jawa dan Bali harus menjadi peringatan.

"Saya kira itu yang harus kita warning (peringatan) di Sulsel ini. Terutama Makassar, ini yang kita coba tekan, tapi kita sudah on the track," ucapnya.

Langkah strategi yang dilakukan oleh Pemprov Sulsel pasca pesta demokrasi, pilkada serentak adalan meningkatkan jumlah pemeriksaan spesimen covid-19. Jika sebelumnya rata-rata 1.200 spesimen menjadi 3.000-4.000 per hari dan akan semakin diperbanyak.

"Inilah yang mau kita coba. Tetapi salah satu kuncinya adalah protokol kesehatan, pakai masker, dan hindari kerumunan," tegasnya.

Terpenting selama pandemi masih merebak, masyarakat harus tetap menjaga disiplin kesehatan. Apabila virus corona bisa dikendalikan dan penyebarannya berkurang, aktivitas masyarakat perlahan akan pulih.

Oleh karena ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar mengambil kebijakan pembatasan jam malam untuk pusat perbelanjaan atau mal, kafe, restoran, rumah makan dan warung kopi hanya boleh beroperasi hingga pukul 19.00 wita sebagai upaya dalam pengendalian penyebaran virus corona.

"Kita apresiasi (pj) wali kota Makassar memberlakukan itu tadi. Kita boleh beraktivitas tapi cuma sampai jam tujuh (malam)," sebutnya.

Penulis : Yuniastika Datu
#gubernur sulsel