Selasa, 08 Desember 2020 16:16

Akademisi Sebut Makassar Tak Mau Dipimpin Oligarki, Lebih Pilih Danny Pomanto

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Muhammad Ridha.
Muhammad Ridha.

"Orang Makassar itu menolak dominasi oligarki. Kemenangan kotak kosong bisa memperlihatkan itu," kata Ridha.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Hari pencoblosan Pilkada Makassar sisa beberapa jam ke depan. Inilah momen memilih satu dari empat pasangan calon pemimpin Kota Makassar, pasca kemenangan kolom kosong (koko) pada Pilkada Makassar 2018.

Akademisi dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Muhammad Ridha menilai, pilkada calon tunggal Kota Makassar dua tahun lalu masih begitu membekas di ingatan publik pasca Mohammad Ramdhan Pomanto "dikerjai" dan berujung diskualifikasi. Kemenangan kolom kosong melawan Munafri Arifuddin pun menjadi catatan sejarah baru di sepanjang sistem pilkada langsung di tanah air.

"Salah satu yang khas dari pilkada Makassar, seperti kasus kemenangan kotak kosong melawan Munafri. (Itu) menunjukkan kesan bahwa Danny sebagai orang biasa, bukan bagian dari kepentingan elite lokal, sangat besar," kata Ridha kepada awak media, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga : Wali Kota Makassar Apresiasi Haters dalam Pengawalan Pemerintahan ADAMA

Akademisi yang menulis beberapa buku berkaitan dengan isu-isu ekonomi politik kontemporer ini menekankan, hasil Pilkada Makassar 2018 bisa dikata cerminan karakter masyarakat Makassar. Yakni tidak akan menerima kelompok penguasa menjalankan roda pemerintahan.

"Orang Makassar itu menolak dominasi oligarki. Kemenangan kotak kosong bisa memperlihatkan itu," kata Ridha.

Sekadar diketahui, hasil Pilkada Makassar 2018 lalu bahwa perolehan suara yang mencoblos koko sebanyak 300.795 orang alias 53,23 persen dari total suara sah. Partisipasi pemilih pun cuma berada di angka 57,20 persen.

Baca Juga : Isi Akhir Pekan di Pagi Hari, Danny-Fatma Kompak Gowes hingga Bantimurung

Lantas siapa yang berpeluang dari empat pasangan calon di Pilkada Makassar 2020? Dia menilai, pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) tinggal menjaga lumbung-lumbung suara untuk memenangkan Pilkada Makassar. Itupun sudah terkonfirmasi dari hasil survei yang tanpa direkayasa.

"Saya kira ADAMA' (akronim Danny-Fatma) tinggal menjaga basis-basis suara mereka. Survei terakhir CRC (Celebes Research Center) memperlihatkan keunggulan elektabilitas jauh di atas pasangan lain," kata Ridha.

Dalam survei CRC, menunjukkan 45,9 persen masyarakat menginginkan pasangan Danny-Fatma menjadi wali kota dan wakil wali kota. Angka itu unggul jauh dari pasangan Munafri Arifuddin-Rahman Bando dengan 35,2 persen, lalu Syamsu Rizal-Fadli Ananda 9,6 persen, dan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid 6,6 persen.

#Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi #Pilkada Makassar 2020