Senin, 07 Desember 2020 12:42

Ketua Harian DPP Gerindra Bela JK dan KPK Terkait Fitnah Danny Pomanto

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sufmi Dasco Ahmad
Sufmi Dasco Ahmad

Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa Jusuf Kalla tak mungkin bisa bertindak mengintervensi KPK.

MAKASSAR - Petinggi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memberikan pembelaan kepada KPK dan Jusuf Kalla terkait pernyataan Danny Pomanto.

Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa Jusuf Kalla tak mungkin bisa bertindak mengintervensi KPK.

"Nggak mungkin tokoh senegarawan JK bermain tidak fair mengintervensi lembaga," ucapnya, Sabtu (5/12/2020) seperti dikutip dari Detikcom.

Baca Juga : Punya Sensitivitas Tinggi, Laboratorium PCR Makassar Recover RSUD Daya Mampu Deteksi 4 Varian Baru Covid 19

Tak hanya itu, Dasco juga yakin KPK tidak bisa diintervensi dalam melakukan penegakan hukum terkait korupsi.

"KPK tentu tidak bisa diintervensi dalam menjalankan kegiatannya," sambungnya.

 

Gerindra diketahui merupakan salah satu partai pengusung Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi (Adama) di Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 ini.

Baca Juga : Launching 2 Agustus, Pemkot Makassar Gelar Simulasi Akhir Isolasi Apung di KM Umsini

KPK menegaskan tuduhan Danny Pomanto yang dialamatkan kepada lembaga antirasuah ini tak beralasan.

Sponsored by MGID

Bahkan terkesan melecehkan lembaga yang berdiri di era Presiden Megawati itu.

Melalui Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, menyebut pernyataan Danny Pomanto ini bisa dilaporkan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Minta Seluruh Camat Pastikan Verifikasi Data Penerima Bansos Tepat Sasaran

Sebelumnya Nawawi Pomolango menanggapi beredarnya rekaman video yang berisi suara calon Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, ini.

DP menyebut Jusuf Kalla sebagai aktor di balik penangkapan Menteri KKP nonaktif Edhy Prabowo.

Bahkan secara terang-terangan DP menuding jika KPK bisa dikendalikan oleh JK melalui Novel Baswedan, selaku penyidik senior KPK.

Baca Juga : Perkuat UMKM di Makassar, Danny Ajak Pelaku Usaha Warung Kopi Pasar Segar Bangun Jejaring Sosial Network

Nawawi menegaskan kerja KPK untuk penegakan hukum pemberantasan korupsi dan tak ada intervensi apalagi dikatakan dikontrol oleh pihak tertentu.

"Kami pastikan kerja dan kerja KPK adalah kerja penegakan hukum pemberantasan korupsi," kata Nawawi, Minggu (6/12/2020).

Lebih lanjut Nawawi mengingatkan semua pihak untuk tidak merusak KPK dengan argumen-argumen yang tidak berdasar.

Baca Juga : 112 Pendaftar Berebut 500 Kuota, KM Umsini Bawa Pasien Covid-19 ke Perairan Pulau Lae-Lae

Nawawi menyebut pihaknya bisa melaporkan pihak-pihak yang membuat penyataan tersebut.

"Meminta kepada semua pihak untuk tidak merusak KPK dengan argumen-argumen yang tidak berdasar, bisa saja bagi komisi untuk menindaklanjuti pernyataan-penyataan itu dengan melaporkannya," ujarnya.

Sebelumnya rekaman berdurasi 1 menit 58 detik, suara Danny Pomanto yang beredar di lini masa menghentak perhatian publik, Sabtu (5/12/2020) pagi.

Baca Juga : 112 Pendaftar Berebut 500 Kuota, KM Umsini Bawa Pasien Covid-19 ke Perairan Pulau Lae-Lae

Dari rekaman itu, suara percakapan Danny Pomanto menyinggung sejumlah tokoh-tokoh besar di negeri ini.

Sebut saja Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK), Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo, penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga pentolan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Percakapan itu awalnya menyinggung peristiwa tangkap tangan Menteri KKP Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, oleh KPK yang dikomandoi Novel Baswedan.

Baca Juga : 112 Pendaftar Berebut 500 Kuota, KM Umsini Bawa Pasien Covid-19 ke Perairan Pulau Lae-Lae

Setelahnya, suara Danny Pomanto itu menyimpulkan bahwa penangkapan yang dipimpin Novel Baswedan itu erat kaitannya dengan JK dan Anies Baswedan. (rls)

Sponsored by advertnative
 
#Pilkada Makassar #appi-rahman #danny pomanto