Sabtu, 21 November 2020 13:02

Sudah Telepon Anak, Tukang Las Ini Batal Pulang Kampung karena Ditembak Majikan saat Minta Cuti

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sudah Telepon Anak, Tukang Las Ini Batal Pulang Kampung karena Ditembak Majikan saat Minta Cuti

Ali sudah bekerja sebagai tukang las selama enam tahun terakhir. Dia tidak bertemu keluarganya sejak 2018 dan dijadwalkan terbang ke Delhi dari Doha pada malam 30 Oktober.

RAKYATKU.COM -- Dua tahun tak bertemu keluarga. Bisa dibayangkan betapa rindunya istri dan dua anak Haider Ali. Mereka terakhir bersua 2018.

Tukang las berusia 35 tahun itu sudah menelepon anaknya. Mengabarkan rencana pulang kampung. Kabar itu disambut penuh bahagia keluarganya.

Namun, seketika keceriaan itu berubah. Pria yang bekerja di Doha, Qatar itu ditembak majikannya saat meminta izin pulang kampung ke Bihar, India.

Baca Juga : 

Dahinya tertembus peluru. Korban kini sedang dalam pemulihan dari luka tembak di Rumah Sakit Umum Hamad di ibu kota Qatar, Doha. Sementara tersangka utama, IYA, masih buron.

Keluarga Ali dan seorang staf konsulat India di Doha mengonfirmasi insiden penembakan itu pada Kamis (19/11/2020).

"Iya. Kami mengetahui insiden yang tidak menguntungkan ini dan secara teratur berhubungan dengan keluarga Ali di India," kata Dhiraj Kumar, Komunitas dan Kesejahteraan ASO di kedutaan India di Qatar.

 

Saudara laki-laki Ali, Afsar, berkata, "Adikku ditembak mati-matian oleh sponsor lokalnya. Ayah saya adalah pasien jantung. Ketika dia mendengar kabar itu dia pingsan dan sekarang di rumah sakit. Istri saudara laki-laki saya dan anak-anak saya shock."

Afsar yang sedang menempuh studi PhD di Kerala saat kabar tersebut tersiar, langsung bergegas ke rumahnya di Desa Bela Kecamatan Champaran Timur Bihar.

Menurutnya, Ali sudah bekerja sebagai tukang las selama enam tahun terakhir. Dia tidak bertemu keluarganya sejak 2018 dan dijadwalkan terbang ke Delhi dari Doha pada malam 30 Oktober.

Sehari sebelum penerbangan, dia dilaporkan mengunjungi majikannya di rumahnya dan memintanya untuk mempertimbangkan kembali permintaan cuti.

Rincian tentang apa yang terjadi di antara keduanya tidak jelas, tetapi laporan awal menunjukkan bahwa majikannya marah, mengeluarkan pistol, dan menembak Ali.

"Kami telah diberitahu bahwa peluru menembus dahinya," kata Afsar.

Ali memiliki seorang putra dan lima putri berusia antara tiga dan 12 tahun.

"Mereka sangat bersemangat ketika dia menelepon mereka pada 29 Oktober dan mengatakan dia akan pulang keesokan harinya," lanjutnya.

"Untuk saat ini kami telah memberi tahu mereka bahwa dia tidak bisa terbang karena masalah visa tapi saya kira mereka tahu segalanya. Mereka tidak mengajukan pertanyaan apapun. Sebaliknya, mereka memandangi wajah saya setiap hari dengan rasa penasaran," tutup Afsar.

 

#penembakan