Selasa, 03 November 2020 23:56

Covid-19 Bisa Dideteksi dari Suara Batuk dengan Teknologi Ini

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dalam mendeteksi Covid-19, AI mendeteksi pola halus dalam kekuatan vokal, kinerja paru-paru, pernapasan, dan degradasi otot.

RAKYATKU.COM - Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengembangkan teknologi yang bisa digunakan mendeteksi seseorang terinfeksi Covid-19 lewat suara batuk.

Teknologi ini mengandalkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). AI untuk mendeteksi penyakit bukan hal baru.

Sebelum pandemi Covid-19, AI telah digunakan dibuat untuk mendeteksi kondisi seperti pneumonia, asma, dan penyakit neuromuskuler. Sedangkan suara batuk digunakan untuk memprediksi Alzheimer.

Baca Juga : 

Melansir Tech Crunch, peneliti Brian Subirana mengatakan AI mampu mengidentifikasi banyak hal, misalnya Covid-19. Dia bersama timnya pun membuat situs web agar orang-orang dapat berkontribusi merekam suara batuk. Sampel batuk itu kemudian digunakan untuk melatih AI.

Dalam mendeteksi Covid-19, AI mendeteksi pola halus dalam kekuatan vokal, kinerja paru-paru, pernapasan, dan degradasi otot. Dengan cara itu, AI dapat mengidentifikasi 100 persen batuk oleh pengidap Coovid-19 asimtomatik dan 98,5 persen yang bergejala, dengan spesifisitas masing-masing 83 persen dan 94 persen.

"Menurut kami ini menunjukkan bahwa cara Anda menghasilkan suara berubah ketika Anda terkena Covid, bahkan jika Anda tidak menunjukkan gejala," ujar Subirana.

 

Meskipun sistem tersebut dapat membedakan orang yang tidak atau terinfeksi Covid-19, Subirana mengingatkan sistem itu tidak boleh digunakan sebagai alat diagnosis utama.

"Alat tersebut mendeteksi fitur yang memungkinkannya membedakan subjek yang memiliki Covid dan yang tidak," kata Subirana kepada Tech Crunch.

#Covid-19 #Deteksi Covid-19 #Kecerdasan Buatan