Minggu, 18 Oktober 2020 22:02

Pembicara pada HUT Balai Kirti, Taufan Pawe Kisahkan Jalan Berliku Museum BJ Habibie

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Taufan Pawe
Taufan Pawe

Taufan Pawe menceritakan ide awal pendirian Museum BJ Habibie hingga akhirnya mendapatkan restu dari mendiang BJ Habibie.

RAKYATKU.COM - Hadirnya Museum BJ Habibie di Parepare melalui perjalanan berliku. Kisah itu diceritakan Taufan Pawe pada Hari Ulang Tahun (HUT) Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Minggu (18/10/2020).

Taufan Pawe menjadi pembicara seminar pada HUT ke-6 Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Bogor itu. Temanya, "Menggalang Solidaritas Kehidupan Berbangsa melalui Penguatan Karakter".

Seminar digelar secara virtual. Selain Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, dua pembicara lainnya yakni Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud, Hendraman dan Ketua Dewan Pers, Prof Muhammad Nuh.

Baca Juga : 

Taufan Pawe menceritakan ide awal pendirian Museum BJ Habibie hingga akhirnya mendapatkan restu dari mendiang BJ Habibie.

Museum itu akan memamerkan seluruh tanda mata BJ Habibie, baik sebagai teknokrat maupun sebagai presiden pada zamannya.

"Beliau meminta museum tersebut dibangun di rumah dimana dirinya dilahirkan. Kemudian saya melakukan penelusuran terkait rumah tersebut dan ditemukan bahwa rumah itu ada di samping Pelabuhan Nusantara. Namun, untuk meyakinkan hal itu, saya undang beliau untuk hadir dan memastikan bahwa rumah itulah yang dimaksud. Saat itu, beliau mengatakan bahwa rumah itulah yang beliau maksud," cerita Taufan.

Taufan bersama jajaran Pemerintah Kota Parepare mulai bergerak mewujudkan museum tersebut. Namun, tidak mudah. Lahan tempat rumah itu berdiri telah menjadi milik salah satu Badan Usaha Milik Negara.

"Tanah tersebut awalnya telah dikuasai atas nama Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu perbankan. Setelah kita bertemu dengan Menteri BUMN dan juga komisaris dan dirut bank tersebut, di depan Bapak BJ Habibie, beliau siap untuk melakukan pengalihan aset tersebut. Alhamdulillah sekarang aset itu telah berubah menjadi aset Pemerintah Kota Parepare," ucap dia.

Untuk menunjang keseriusan Pemerintah Kota Parepare, BJ Habibie menghadirkan 23 jurnalis dari Eropa. "Itu juga menjadi komitmen bersama kita antara Pemerintah Kota Parepare dengan BJ Habibie untuk menghadirkan museum tersebut," lanjut Taufan.

"Selain museum itu kita juga telah membangun dengan mengangkat nama BJ Habibie, seperti Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, Balai Ainun, RS Regional Hasri Ainun Habibie, ITH BJ Habibie, dan juga kita wacanakan Masjid Terapung BJ Habibie. Bahkan saat ini pintu gerbang masuk Kota Parepare kita tulis 'Selamat Datang di Kota Kelahiran Presiden Ketiga Republik Indonesia'," urai ketua DPD I Partai Golkar Sulsel itu.

Selain itu, kata Taufan, saat ini secara rutin juga Pemerintah Kota Parepare menggelar Festival Lovely Habibie Ainun yang digelar setiap 12 Mei.

"Tanggal itu ditentukan sesuai dengan tanggal pernikahan Bapak BJ Habibie dengan Ibu Hasri Ainun Habibie," katanya.

 

Penulis : Hasrul Nawir
#taufan pawe