Senin, 21 September 2020 17:08

Pengamat: Pemilih Perempuan Cenderung Pilih Perempuan di Pilkada

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Menurut pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto, kehadiran kandidat perempuan dalam sebuah kontestasi pilkada punya magnet tersendiri. Salah satunya adalah posisi kaum perempuan sebagai pemilih mayoritas.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tujuh perempuan hampir pasti melenggang mulus ke bursa calon pilkada serentak Sulsel 2020. Peluang kemenangannya terbuka lebar.

Di Makassar, misalnya. Fatmawati Rusdi menjadi satu-satunya kandidat perempuan dari empat bakal pasangan calon pilwalkot Makassar 2020. Mantan anggota DPR RI itu maju sebagai calon wakil wali kota, mendampingi Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto. Danny diketahui berstatus mantan Wali Kota Makassar satu periode.

Sejauh mana peluang para kandidat perempuan di pilkada serentak Sulsel, termasuk di pilwalkot Makassar?

Baca Juga : 

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto, memberikan analisisnya. Menurutnya, kehadiran kandidat perempuan dalam sebuah kontestasi pilkada punya magnet tersendiri. Salah satunya adalah posisi kaum perempuan sebagai pemilih mayoritas.

"Pemilih kita sebagian besar adalah perempuan. Nah, mereka ini lebih cenderung memilih kandidat perempuan sepanjang komunikasi politik dan image atau citranya ke publik yang dibangun kandidat tersebut cukup baik," kata Ali Armunanto saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2020).

Jumlah pemilih di Kota Makassar memang didominasi kaum perempuan. Hasil pleno KPU Makassar menetapkan, jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) tercatat sebanyak 899.932 orang. Dari jumlah itu, pemilih laki-laki sebanyak 435.407 orang dan perempuan sebanyak 464.525 pemilih. Semuanya tersebar di 15 Kecamatan yang ada di Kota Makassar.

Menurut Ali, kandidat yang menggandeng pasangan seorang perempuan memiliki nilai tambah yang sangat positif. Seperti halnya, Danny yang memilih Fatmawati sebagai pasangannya.

"Biasanya kandidat yang punya pasangan seorang perempuan itu punya nilai tambah. Komunikasi politik kandidat perempuan biasanya lebih soft pendekatannya. Seperti seorang ibu kepada anak-anaknya. Itu memberikan nuansa tersendiri dalam proses-proses politik seperti ini," bebernya.

Menurutnya, belakangan ini banyak contoh kandidat perempuan yang berhasil memenangkan pertarungan politik. Kuncinya, kata Ali Armunanto, adalah mereka mampu membangun citra politik yang baik sehingga pemilih menaruh kepercayaan besar kepadanya.

"Sehingga memang kandidat yang menggandeng pasangan perempuan biasanya lebih sukses. Dengan catatan bahwa ada citra dan komunikasi politik yang dibangun dengan baik. Apalagi jika calon perempuan ini aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan publik dan berkampanye ke publik," demikian Ali Armunanto.

Sekadar diketahui, selain Fatma, enam perempuan lainnya yang bertarung di pilkada adalah Indah Putri Indriani (bakal calon bupati incumbent Luwu Utara), Andi Nirawati (bakal cabup Pangkep), Suhartina Bohari (bakal cawabup Maros), Rismayani (bakal cawabup Pangkep), Andi Murniati Makking (bakal cawabup Bulukumba), dan Etha Remba (bakal cawabup Toraja Utara).

#Pilkada serentak di Sulsel #Pilwalkot Makassar 2020