Senin, 14 September 2020 16:03

Sekolah Ini Ubah Ruang Kelas Jadi Peternakan Ayam karena Pandemi Covid-19

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: Tangkapan layar video Reuters.
Foto: Tangkapan layar video Reuters.

Alih fungsi sekolah ini terpaksa dilakukan untuk menambah pendapatan sekolah yang hilang selama krisis Covid-19.

RAKYATKU.COM - Ruang kelas diubah menjadi peternakan ayam ketika lockdown akibat pandemi Covid-19 memaksa sekolah di Kenya tutup.

Ruang kelas sekolah swasta Roka Preparatory, yang di masa normal dipenuhi riuh siswa-siswi, kini dijejali ayam yang berkeliaran dan berkokok.

Kelasnya dijadikan kandang ayam, sementara lapangan sekolah yang dahulunya dipakai bermain sepak bola, sekarang disemai bibit bayam.

Baca Juga : 

Alih fungsi sekolah ini terpaksa dilakukan untuk menambah pendapatan sekolah yang hilang selama krisis Covid-19.

Koridor sekolah Roka Preparatory sepi sejak Maret 2020 ketika Kenya menutup sekolahnya tiga hari setelah kasus pertama Covid-19 terdeteksi, menurut laporan Reuters.

Pada 9 September, Kenya mencatat 35.460 kasus Covid-19, 607 kematian, dan 21.557 pasien yang sembuh, kata kementerian kesehatan.

Kenaikan mulai melambat pada Agustus, tetapi tidak jelas apakah itu karena tingkat tes Covid-19 yang lebih rendah atau karena kekurangan alat tes.

Penutupan sekolah berarti menghilangkan pendapatan sekolah, terutama sekolah swasta, yang bisa memaksa sekolah ditutup permanen.

"Saya harus memikirkan bagaimana menggunakan ruang kelas karena terlihat menyeramkan," kata James Kung'u, kata kepala sekolah swasta Roka kepada Reuters, dikutip Senin (14/9/2020).

James Kung'u juga mengurus sayuran di ladang yang terletak di sekitar 100 kilometer timur laut ibu kota Kenya, Nairobi, untuk menambah pundi sekolah.

"Ketika Anda bangun pagi, dan melihat kelas-kelas kosong, itu sangat mengecewakan," ujar Kung'u, yang mengepalai sekolah swasta dengan 530 murid.

Kung’u mengatakan telah mengubah fungsi lahan Roka menjadi peternakan dan pertanian agar sekolah tidak bangkrut. Sekolah ini telah kehilangan 20 juta shillings (sekitar Rp 2 miliar), tetapi masih bisa membayar sebagian gaji para guru.

Menurut Asosiasi Sekolah Swasta Kenya, 11.400 sekolah dasar dan menengah swasta Kenya mendidik sekitar 2,6 juta siswa.

Peter Ndoro, ketua asosiasi, mengatakan sekitar 150 sekolah sudah gulung tikar. Dia mengatakan sebagian besar dari 158 ribu guru yang bekerja di sekolah swasta sedang cuti tanpa digaji.

Ada beberapa sekolah yang mampu memberlakukan pembelajaran jarak jauh, tetapi tidak semua murid maupun guru yang terhubung ke internet, dan akhirnya mereka harus mencari cara kreatif untuk menghasilkan uang.

Sekolah diharapkan tutup setidaknya hingga Januari. Kementerian pendidikan Kenya mengatakan bahwa sekolah dapat dibuka kembali ketika jumlah kasus Covid-19 menurun secara substansial.

Sumber: Reuters

#Kenya #Covid-19