Selasa, 01 September 2020 17:32

Uni Emirat Arab Kini Berlakukan Cuti Ayah

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Presiden Uni Emirat Arab, Khalifa bin Zayed Al Nahyan, menyetujui amandemen undang-undang buruh yang mengatur tentang cuti ayah ini.

RAKYATKU.COM - Pekerja sektor swasta di Uni Emirat Arab kini bisa memanfaatkan cuti ayah selama lima hari untuk merawat anak-anak mereka yang baru lahir.

Aturan baru itu diumumkan Uni Emirat Arab, Minggu (30/8/2020), dan menjadikan Uni Emirat Arab sebagai negara di jazirah Arab pertama yang memberikan cuti merawat anak kepada karyawan laki-laki di sektor swasta.

Presiden Uni Emirat Arab, Khalifa bin Zayed Al Nahyan, menyetujui amandemen undang-undang buruh yang mengatur tentang cuti ayah ini.

Baca Juga : 

Cuti ayah bisa diambil dalam jangka waktu enam bulan usai kelahiran anak. Saat ini karyawan swasta di Uni Emirat Arab mendapat cuti melahirkan selama 45 hari.

Menurut undang-undang baru itu, karyawan laki-laki di perusahaan-perusahaan sektor swasta akan mendapat cuti ayah selama lima hari tanpa dipotong gaji.

Mereka bebas kapan hendak mengambil cuti itu selama jangka waktu enam bulan sejak kelahiran anak.

Aturan ini diharapkan bisa menciptakan kohesi dan stabilitas keluarga, meningkatkan posisi Uni Emirat Arab sebagai sebuah negara dan untuk kesetaraan gender. Cuti ayah ini juga diharapkan bisa mendorong talenta muda agar jangan ragu bekerja di sektor swasta.

Dalam aturan baru ini juga dijelaskan bahwa karyawan di sektor swasta akan diberikan cuti orang tua selama lima hari untuk merawat anak.

Sama seperti cuti ayah, cuti orang tua ini berlaku sejak anak lahir sampai enam bulan kemudian.

Kebijakan ini untuk memperkuat posisi Uni Emirat Arab di bidang kesetaraan gender dan meningkatkan upaya negara menciptakan contoh yang kompetitif yang mendukung lingkungan kerja di sektor swata.

Sumber: English Alarabiya

#Cuti #Cuti Ayah #UEA