Jumat, 07 Agustus 2020 00:13

Airlangga dan Nurdin Halid Inginkan Musda Golkar Sulsel Berakhir Mufakat

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketua Golkar Sulsel, Nurdin Halid
Ketua Golkar Sulsel, Nurdin Halid

Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, hampir pasti berakhir mufakat. Ketua DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketua DPD Holkar Sulsel, Nurdin Halid, tidak ribut-ribut dalam perebutan kursi Ketua Golkar Sulsel.

RAKYATKU.COM - Ketua DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, tidak menginginkan adanya gejolak dalam Musda DPD Partai Golkar Sulsel. Makanya, Airlangga berharap, Musda Golkar Sulsel yang digelar di Jakarta ini, berakhir mufakat.

"Pesan ketua umum (Airlangga Hartarto), menonjolkan musyawarah mufakat. Munas saja kemarin terpilih secara musyawarah mufakat, masa kita DPD I dan DPD II mau voting," kata Wakil Ketua DPP Golkar, Roem Kono dalam sambutannya pada Musda Golkar Sulsel, Kamis malam (6/8/2020).

Roem Kono juga menyampaikan, Airlangga Hartarto menginginkan roda organisasi berjalan maksimal di Sulawesi Selatan. Salah satu caranya, agar tidak terjadi dinamika berkepanjangan dalam Musda Golkar Sulsel.

Baca Juga : 

"Pesan ketum, laksanakan ini, jangan ada keributan di Jakarta. Tunjukkan kewibawaan masyarakat Sulsel, musyawarah dan mufakat. Ewako," tambah Roem Kono.

Ia berharap, setelah Musda Golkar Sulsel ini digelar, seluruh pengurus dapat kembali menjalankan roda organisasi dengan baik, menyambut agenda politik yang akan datang.

"Saya kira pesan ketum ini sudah saya sampaikan. Bermusyawarah-mufakatlah sebaik-baiknya. Kemudian besok malam saya lapor ke ketum, semuanya baik-baik," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid. Katanya, ada baiknya keempat bakal calon itu, bersepakat untuk mendorong satu nama saja.

"Dari empat calon inilah, indahnya sebuah demokrasi di Partai Golkar, seandainya empat orang ini bisa bermusyawarah untuk mufakat," ujar Nurdin Halid.

"Tentu punya harapan suasana kekeluargaan. Boleh ada persaingan, tapi jangan akibat persaingan, melahirkan pemimpin yang menciptakan polarisasi dikemudian hari," katanya.

"Terpecahnya Golkar, setiap habis konvensi dari tiga Munas, sebelumnya pasti melahirkan partai baru," pungkasnya.

Ada empat bakal calon yang akan bertarung pada Musda Golkar Sulsel. Yakni Hamka B Kady, Supriansa, Taufan Pawe dan Syamsuddin Hamid.

#musda golkar