Jumat, 10 Juli 2020 19:30

19 Dosen Unhas Reaktif pada Rapid Test, Termasuk Profesor Ahli Epidemiologi 

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sembilan belas dosen Unhas reaktif pada rapid test massal yang digelar tiga hari. Satu di antaranya profesor. Ahli epidemiologi.
Sembilan belas dosen Unhas reaktif pada rapid test massal yang digelar tiga hari. Satu di antaranya profesor. Ahli epidemiologi.

Sembilan belas dosen Unhas reaktif pada rapid test massal yang digelar tiga hari. Satu di antaranya profesor. Ahli epidemiologi.

RAKYATKU.COM - Sembilan belas dosen Unhas reaktif pada rapid test massal yang digelar tiga hari. Satu di antaranya profesor. Ahli epidemiologi.

Dia adalah Prof Dr Ridwan Amiruddin, SKM, MKes, MSc PH. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

Profesor Ridwan secara terbuka mengumumkan hasil rapid test ini pada akun Facebooknya.

"Hasil rapid test reaktif, menunggu hasil PCR. Mohon doanya. Saya baik-baik saja dan isolasi mandiri. Saya OTG. Ketat protokol," tulis Prof Ridwan yang banjir komentar.

Rapid test massal terhadap dosen Unhas berlangsung tiga hari, (Rabu-Jumat, 8-10/7/2020).

Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof Nasaruddin Salam mengatakan, kegiatan rapid test ini merupakan bagian dari upaya menjadikan kampus Unhas sebagai kawasan bersih dari Covid-19.

“Kita konsisten melakukan screening atau penapisan. Ini merupakan bentuk komitmen Unhas untuk menjadikan bagian dari solusi. Setelah sebelumnya kita menggelar rapid test massal yang diikuti oleh dua ribuan tenaga kependidikan, kali ini dilanjutkan dengan rapid test untuk dosen,” kata Prof. Nasaruddin.

Selama tiga hari kegiatan rapid test, seribu lebih dosen ikut berpartisipasi. Sebagian dosen tidak dapat hadir karena beberapa alasan. Umumnya karena alasan kesibukan di luar kampus.  

Saat ini, Unhas memang sedang dalam masa semester antara, sehingga tidak ada kegiatan akademik di dalam kampus.

Hingga akhir pelaksanaan, masih ada beberapa dosen yang datang dan meminta untuk rapid. Namun karena waktu yang terbatas, maka tim rapid test dari Rumah Sakit Daya yang telah bertugas selama tiga hari tidak dapat lagi melayani.

Direktur Komunikasi Unhas, Ir Suharman Hamzah PhD mengatakan, rapid test ini merupakan wujud konsistensi Unhas untuk menjadi bagian dari solusi.  

Hal ini juga merupakan pesan Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu yang selalu dikemukakan pada setiap kesempatan.

“Kita tahu bahwa jika melakukan rapid test, ada potensi ditemukan hasil reaktif, dan positif. Ini tentu mempunyai risiko bagi reputasi lembaga. Tapi bagi Unhas, yang paling penting adalah melakukan penapisan, mencari yang terpapar agar dapat dipisahkan dan disembuhkan, sambil kita mengambil langkah-langkah pencegahan lanjutan,” kata Suharman.

Dari hasil rapid test untuk dosen Unhas, sebanyak 19 orang ditemukan reaktif.  

Pada hari pertama, sebanyak 8 orang reaktif. Mereka berasal dari FISIP 4 orang, Fakultas Ilmu Budaya 2 orang, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Hukum masing-masing 1 orang.

Pada hari kedua, sebanyak enam orang reaktif. Mereka berasal dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan 2 orang, serta Fakultas Hukum, Fakultas Keperawatan, Fakultas MIPA, dan Fakultas Farmasi masing-masing 1 orang.

Hari ketiga sebanyak lima orang reaktif. Berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat 3 orang, dan Fakultas Teknik 2 orang.

"Dosen-dosen yang menunjukkan hasil rapid test reaktif selanjutnya melakukan pengambilan sampel swab di lokasi rapid test, GOR Unhas Tamalanrea. Mereka melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil test PCR," kata Kasubdit Humas dan Informasi Publik Unhas, Ishaq Rahman.

Loading...