Jumat, 03 Juli 2020 22:02

Ibunya Dihina, Karyawan Ini Tunggu Bosnya Tidur lalu Masuk Kamar Lewat Jendela

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Kasih ibu tak ada bandingannya. Bagi pemuda 22 tahun ini, wanita yang melahirkannya haram untuk dihinakan.

RAKYATKU.COM - Kasih ibu tak ada bandingannya. Bagi pemuda 22 tahun ini, wanita yang melahirkannya haram untuk dihinakan.

Atas nama kehormatan ibu itulah, pemuda itu bertindak keras. Dia menyerang atasannya ketika sedang tidur.

Dia menyelinap melalui jendela kamar. Lalu memukul kepala bosnya tujuh kali. Dia menggunakan batangan logam.

Dalam sidang Kamis (2/7/2020), terungkap bahwa kedua lelaki itu berselisih terkait pekerjaan yang menyebabkan insiden terjadi pada Oktober 2019. 

Terdakwa mengklaim bahwa atasannya memperlakukannya dengan buruk dan telah menghina ibunya.

Korban berusia 31 tahun itu mengatakan kepada jaksa bahwa ia sedang tidur ketika dipukul.

"Saya bangun dan melihat tersangka berdiri di depan saya memegang sebatang logam. Dia menjatuhkan saya lagi dan saya jatuh pingsan. Saya baru bangun di rumah sakit dan mengetahui bahwa dia bermaksud membunuh saya," kata korban.

Seorang penjaga keamanan bersaksi bahwa dia mendengar suara-suara dari apartemen korban di daerah Al Barsha, Dubai, Uni Emirat Arab. Dia kemudian melihat terdakwa melarikan diri dari jendela sambil memegang batang logam.

Polisi Dubai menanggapi panggilan darurat dan ambulans bergegas ke tempat itu dan memindahkan korban ke rumah sakit untuk perawatan.

"Kami menangkap terdakwa setelah tiga jam di daerah yang sepi. Dia mengatakan kepada saya bahwa korban selalu menganiayanya sepanjang waktu dan menahannya dari telinganya," kata seorang polisi seperti dikutip dari Gulf News.

"Terdakwa mengklaim bahwa dia tidak bisa diam ketika korban menghina ibunya. Dia menunggu sampai korban pergi tidur dan memasuki ruangan dari jendela yang terbuka dan memukul kepalanya," katanya.

Polisi mengatakan bahwa terdakwa duduk di kamar selama lima menit sebelum melarikan diri dari jendela.

Selama interogasi, terdakwa mengaku secara fisik menyerang korban dengan sebatang logam.