Minggu, 28 Juni 2020 10:28

Jumlah Infeksi Virus Corona di Seluruh Dunia Telah Mencapai 10 Juta

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pemindaian sel apoptosis berwarna merah yang sangat terinfeksi virus SARS-CoV-2 berwarna kuning. Virus SARS-CoV-2 menyebabkan COVID-19. (Handout: NIAID via AFP)
Pemindaian sel apoptosis berwarna merah yang sangat terinfeksi virus SARS-CoV-2 berwarna kuning. Virus SARS-CoV-2 menyebabkan COVID-19. (Handout: NIAID via AFP)

Kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 10 juta pada hari Minggu (28 Juni), menurut penghitungan Worldometers.

RAKYATKU.COM - Kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 10 juta pada hari Minggu (28 Juni), menurut penghitungan Worldometers.

Data tersebut juga mengungkapkan bahwa penyebaran penyakit pernapasan ini telah menewaskan lebih setengah juta orang (501,298) dalam tujuh bulan.

Angka itu kira-kira dua kali lipat jumlah penyakit influenza parah yang dicatat setiap tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Angka tinggi ini didorong oleh langkah beberapa negara untuk mengakhiri lockdown, karena kondisi perekonomian.

Menurut laporan Reuters, pandemi kini telah memasuki fase baru. India dan Brasil memerangi lebih dari 10.000 kasus sehari. Kedua negara ini menyumbang lebih dari sepertiga dari semua kasus baru dalam seminggu terakhir.

 

Brazil melaporkan 54.700 kasus baru pada 19 Juni. Beberapa peneliti mengatakan jumlah kematian di Amerika Latin bisa meningkat menjadi lebih dari 380.000 pada Oktober, dari sekitar 100.000 minggu ini.

Jumlah total kasus terus meningkat pada tingkat antara 1-2 persen per hari dalam seminggu terakhir, turun dari tingkat di atas 10 persen pada bulan Maret.

Negara-negara termasuk Cina, Selandia Baru dan Australia telah mengalami wabah baru dalam sebulan terakhir, meskipun sebagian besar mematikan transmisi lokal.

Di Beijing, di mana ratusan kasus baru dikaitkan dengan pasar pertanian, kapasitas pengujian telah ditingkatkan hingga 300.000 sehari.

Sementara itu, Amerika Serikat, yang telah melaporkan kasus terbanyak telah berhasil memperlambat penyebaran virus pada bulan Mei. Namun itu berkembang dalam beberapa pekan terakhir ke daerah pedesaan dan tempat-tempat lain yang sebelumnya tidak terpengaruh.