Senin, 27 April 2020 12:02

"Saya Bertaruh Nyawa," Viral Video Pria India yang Kembalikan Belanjaan karena Diantar Kurir Muslim

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pria India yang menolak belanjaan gara-gara diantar kurir Muslim.
Pria India yang menolak belanjaan gara-gara diantar kurir Muslim.

Pada 22 April, seorang pria India, Ghanshyam Chaturvedi, ditangkap di negara bagian Maharashtra, India, setelah sebuah video dirinya menjadi viral.

RAKYATKU.COM - Pada 22 April, seorang pria India, Ghanshyam Chaturvedi, ditangkap di negara bagian Maharashtra, India, setelah sebuah video dirinya menjadi viral. 

Pria berusia 51 tahun itu menolak menerima bahan makanan yang dia pesan. Kurir yang mengantarkan pesanannya ternyata seorang Muslim. 

Dalam sebuah video yang menjadi viral, dia mengatakan bahwa dia telah memesan agar diantarkan oleh kurir Hindu. Video itu diambil oleh pengirim dan dibagikan di Twitter.

Insiden itu terjadi pada Selasa malam, di distrik Thane. Kurir Muslim Barkat Uthman Patel mengambil barang-barang kebutuhan sehari-hari yang perlu dikirim ke sebuah kompleks apartemen karena penguncian Covid-19.

Patel telah mengambil semua tindakan pencegahan terhadap Covid-19. Dia mengenakan peralatan pelindung pribadi seperti masker dan sarung tangan. 

Pelanggan dan istrinya datang ke gerbang untuk mengambil barang kebutuhan sehari-hari.

Masalah muncul saat Chaturvedi menanyakan nama kurir tersebut. Sementara istrinya sedang memeriksa daftar barang yang dipesan. 

Ketika dia mengetahui bahwa kurir itu adalah seorang Muslim, dia meminta istrinya untuk mengembalikan barang belanjaan.

Patel dikejutkan perilaku Chaturvedi. Dia merekam seluruh percakapan di ponselnya. Dia kemudian mengajukan FIR di kantor polisi Kashimira.

Banyak tweep berbagi video yang mengatakan ada kebencian dan Islamofobia yang meluas di India akhir-akhir ini. "Kebenciannya terlalu besar...," kicau akun@humaidsid.

Kepada polisi, Patel mengatakan, "Saya mempertaruhkan hidup saya untuk mengirimkan semua barang-barang penting. Tapi perilaku pria itu (Chaturvedi) mengejutkan dan tragis. Dia fokus pada agamaku di tengah masa-masa sulit ini."

Sanjay Hajare, inspektur senior, kantor polisi Kashimira, mengatakan bahwa terdakwa ditemukan di alamat tempat Patel akan mengantarkan barang belanjaan. Diidentifikasi sebagai orang yang direkam dalam video.

Di India, mendiskriminasi berdasarkan agama adalah ilegal. Polisi menjerat Gajanan Chaturvedi dengan pasal 295 (a) KUHP India. Dia dianggap melakukan tindakan yang disengaja atau jahat dengan maksud membuat marah perasaan dan kepercayaan Patel.