RAKYATKU.COM - Perusahaan pelayaran swasta di Kota Parepare, Sulawesi Selatan meringis.
Betapa tidak, sejak pandemi corona, jumlah penumpang anjlok. Hal ini membuat mereka harus memutar otak agar perusahaan tetap bisa bernapas dan tidak merumahkan ABK hingga karyawan operasional.
"Ibaratnya kondisi sekarang kita ini hidup segan mati tak mau. Namun, kita tetap harus bertahan untuk alasan kemanusiaan," terang H Syamsul Latanro, pimpinan PT Citra Niaga Mandiri, salah satu perusahaan pelayaran swasta di Kota Parepare, Selasa (21/4/2020).
Saat ini, kata Syamsul, pihaknya hanya mengoperasikan satu buah kapal semi roro untuk mengangkut kebutuhan logistik ke Nunukan, Kalimantan Utara.
"Hasilnya hanya untuk menutupi biaya operasional saja. Sementara jumlah penumpang turun hingga di bawah 10 persen. Kapasitas kapal bisa mengangkut 1.500 penumpang. Namun paling banyak sekarang hanya mengangkut 150 penumpang," terangnya.
Bahkan, kata dia, sejak dua pekan terakhir, pihaknya tidak lagi mengoperasikan salah satu armada kapal yang melayani rute Samarinda-Parepare.
"Sudah hampir dua pekan armada kami yang satunya sudah portstay," tuturnya.
Manager Operasional PT Panca Merak Samudera, Yasser Aslan Tjanring mengungkapkan hal serupa. Pandemi corona sangat mempengaruhi operasional perusahaan.
"Apalagi sekarang masyarakat adat di Samarinda melarang pengangkutan penumpang dari Parepare ke Samarinda, maka kami memutuskan untuk berhenti beroperasi dulu," katanya.
Lalu bagaimana dengan nasib perusahaan pelayaran pelat merah? Setali tiga uang, beberapa kapal milik PT Pelni juga ikut portstay akibat wabah Covid-19.
"Tiga kapal milik PT Pelni sudah portstay selama dua pekan, di antaranya KM Egon, KM Lambelu, dan KM Bukit Siguntang," tutur Kepala Bagian Operasional PT Pelni Parepare, Jhony Rahman.
