Selasa, 14 April 2020 19:40

Bareng Moeldoko, Mentan SYL Pantau Ketersediaan Pangan Pokok Seluruh Provinsi

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Mentan SYL bersama Kepala KSP, Moeldoko menghadiri peluncuran Toko Tani, Selasa (14/4/2020). (FOTO: DOK KEMENTAN)
Mentan SYL bersama Kepala KSP, Moeldoko menghadiri peluncuran Toko Tani, Selasa (14/4/2020). (FOTO: DOK KEMENTAN)

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) memantau ketersediaan pangan pokok, Selasa (14/4/2020). Khususnya stok pangan di seluruh provinsi.

RAKYATKU.COM - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) memantau ketersediaan pangan pokok, Selasa (14/4/2020). Khususnya stok pangan di seluruh provinsi.

Bersama Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko, Mentan menggelar video conference dengan kepala Dinas Pertanian di seluruh provinsi di Indonesia. 

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC) atau Pasar Mitra Tani di tiap provinsi memastikan distribusi serta ketersediaan pangan lancar. Harapannya, harga pangan tetap dapat dipantau.

"Hadirnya Bapak Jenderal Moeldoko di sini tentu untuk menyampaikan bahwa Presiden Jokowi sangat peduli terhadap seluruh masyarakat. Dengan menggerakkan semua kekuatan kementerian dan lembaga pemerintahan yang ada di dalam menghadirkan kebutuhan pangan masyarakat," kata Syahrul pada peluncuran Toko Tani untuk melayani masyarakat masa pandemi Covid-19 di Bogor, Selasa (14/4/2020).

Mentan SYL mengatakan, TTIC dapat menjawab masalah pertanian saat ini. Selain 11 bahan pangan pokok, TTIC juga menyediakan ikan, bahkan aneka jenis sayur mayur serta berbagai jenis rempah Indonesia.

"Kami mendorong TTIC sebagai solusi dalam menyambung antara kepentingan dan kebutuhan rakyat dengan kebutuhan pangan yang sudah tersedia," terang Mentan.

Di sisi lain, SYL menegaskan stok pangan saat ini bisa memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran 2020. Meskipun ada wabah virus corona, petani tetap semangat melakukan panen dan Kementan akan memberikan bantuan untuk memperlancar produksi. 

"Panen saat ini setiap hari dan terjadi seluruh Indonesia. Puncak panen berlangsung dari Maret, April, dan Mei. Usai panen, kita percepat tanam, jadi langsung tanam. Ini upaya untuk antisipasi segala tantangan yang ada," terangnya.

Kementan memperkirakan panen raya akan berlangsung April. Luas panen sekitar 1,73 juta hektare. Pemerintah akan mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

Puncak panen akan terjadi pada April dengan luas 1,73 juta hektare dengan produksi 5,27 juta ton beras. Berlanjut pada Mei dengan luas panen sekitar 1,38 juta hektare atau setara dengan produksi 3,81 juta ton beras. Luas panen Mei ini masih lebih tinggi dari Maret lalu. 

Pada masa puncak panen raya, Kementan lakukan antisipasi untuk mejaga kestabilan harga. Salah satu solusinya adalah melalui Kostraling, Komando Strategi Penggilingan Padi, melalui pendekatakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Rata-rata harga di tingkat petani Maret lalu Rp4.600 per kilogram. Sesuai Permendag Nomor 24 Tahun 2020 yang baru HPP GKP di tingkat petani naik sebesar Rp4.200/kg dan diperkirakan akan turun saat puncak panen raya.

"Kami meminta daerah segera menyerap KUR dan meminta daerah mengawal harga. Jangan sampai di bawah HPP. Kita jaga stok pangan dan tingkatkan kesejahetaraan petani," cetusnya.

Pada kesempatan yang sama, Moeldoko mengapresiasi keberadaan TTIC yang bisa menjadi penyambung antara petani dan masyarakat. Menurutnya, hal ini dapat menjadi penyemangat tambahan bagi petani untuk menanam berbagai komoditi hortikultura, padi, serta komoditi lainnya.

"Toko Tani itu benar-benar jadi solusi. Menurut saya, di sini juga menjadi bridging atau menjadi penjembatan yang menjembatani antara produsen dengan konsumen," kata Moeldoko.

Selain itu Moeldoko menambahkan bahwa TTIC memiliki harga yang bisa terkontrol dengan baik serta konsumen bisa menikmati belanja dengan nyaman. Tidak lupa pihak ketiga juga akan mendapatkan keuntungan, di antaranya ojek online (ojol). 

"Ojol juga akan memiliki pendapatan yang cukup baik. Untuk itu, sekali lagi bahwa saya ingin katakan Toko Tani ini sebuah solusi yang sangat-sangat baik," tambahnya.

Moeldoko berharap Kementan bersama seluruh kepala Dinas Pertanian di seluruh Indonesia bisa terus mengembangkan lebih luas lagi keberadaan TTIC. Bahkan menurutnya TTIC akan sangat luar biasa jika tersedia hingga ke kabupaten.

"Jangan lupa petunjuk kebersihan harus menjadi prioritas untuk penanganan Covid ini. Masyarakat harus selamat dari virus ini. Presiden sudah melakukan berbagi upaya untuk menjaga kesehatan masyarakat," tutupnya.