RAKYATKU.COM,WAJO - Ketua DPC PKB Kabupaten Wajo, Sumardi Arifin berharap Tim Gugus Tugas Covid-19 bekerja transparan. Data yang ada sebaiknya dibuka ke publik.
Dia mencontohkan warga Alelebba yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hasil rapid test menunjukkan positif. Walau masih harus menunggu hasil laboratorium, Sumardi menyarankan semua yang pernah kontak langsung jalani rapid test.
"Alhamdulillah, sebagian telah dilakukan pemeriksaan dengan metode rapid test. Kita apresiasi kerja cepat tersebut," ujar Sumardi Arifin, Sabtu (11/4/2020).
"Saya berharap pemda dan Gugus Tugas Covid-19 tetap proaktif dan transparan serta adil menjalankan prosedur serta metode yang dipilih. Kemarin diumumkan hasil rapid test-nya. Nah yang lain juga harus kita buka ke publik. Termasuk tim medis puskesmas dan forkopimda yang telah jalani pemeriksaan," tambah Passongkok Tanree, sapaan akrab Sumardi.
Dengan transparansi, pemda dan Gugus Tugas Covid-19 akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Hal itu dibutuhkan demi memudahkan partisipasi masyarakat.
Sementara, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wajo Supardi mengatakan, sudah ada sembilan orang yang jalani rapid test. Mereka pernah kontak dengan pasien PDP tersebut.
"Alhamdulillah semuanya negatif," kata Supardi.
Dia juga menyampaikan, PDP yang dirawat di RSUD Lamaddukelleng sudah membaik dan sudah pulang beberapa hari lalu dengan hasil negatif.
"Mereka telah diizinkan pulang. Tapi, tetap melakukan isolasi mandiri di rumahnya dan tetap dipantau tim medis RSUD," tutup Supardi. (Rakyatku.com/Rasyid)
