Jumat, 10 April 2020 21:03

Istri Bupati Jeneponto dan Ketua DPRD Tinjau Produksi Masker di BLK

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Dua srikandi Jeneponto menunjukkan peran dalam mencegah Covid-19 di Jeneponto. Keduanya yakni Ketua Tim Penggerak PKK, Hamsiah Iksan dan Ketua DPRD, Salmawati.
Dua srikandi Jeneponto menunjukkan peran dalam mencegah Covid-19 di Jeneponto. Keduanya yakni Ketua Tim Penggerak PKK, Hamsiah Iksan dan Ketua DPRD, Salmawati.

Dua srikandi Jeneponto menunjukkan peran dalam mencegah Covid-19 di Jeneponto. Keduanya yakni Ketua Tim Penggerak PKK, Hamsiah Iksan dan Ketua DPRD, Salmawati.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO -- Dua srikandi Jeneponto menunjukkan peran dalam mencegah Covid-19 di Jeneponto. Keduanya yakni Ketua Tim Penggerak PKK, Hamsiah Iksan dan Ketua DPRD, Salmawati.

Hamsiah adalah istri Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar. Sementara Salmawati adalah istri Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir.

Keduanya berkunjung ke UPTD BLK Jeneponto, Jumat (10/4/2020). Meninjau proses produksi masker yang akan dibagikan untuk petugas dan masyarakat.

"Beliau datang untuk memastikan BLK Jeneponto memiliki sumber daya dalam memenuhi kebutuhan masker bagi masyarakat luas di Butta Turatea," ujar Kabag Humas Jeneponto, Mustaufiq Patta.

Kader PKK Jeneponto akan ikut berpartisipasi dalam membagikan masker kepada masyarakat. 

Kepala UPTD BLK Jeneponto A Mubarak Karaeng Kuri mengatakan, BLK akan menyiapkan 1.600 lembar masker untuk tim Gugus Tugas dan 500 untuk beberapa instansi.

"Kami beserta Tim PKK Kabupaten akan menjalin kerja sama dan akan menyiapkan kurang lebih 2000 lembar masker untuk kerja sama awal ini," tambah Karaeng Kuri.

Terpisah, Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19, Letkol Inf Irfan Amir mengatakan, semua potensi akan dikerahkan, meski banyak tantangan.

Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin yang juga wakil ketua tim gugus menyebutkan, virus akan bergerak cepat jika tidak ada intervensi pencegahan yang dilakukan. 

"Protap yang telah dikeluarkan harus dipatuhi. Harus ekstra kerja dalam penanganan di setiap kasus yang penyebarannya makin cepat," ujar mantan kepala Dinas Kesehatan Jeneponto itu.