Jumat, 10 April 2020 15:18

Semua Kekuatan Diarahkan Tangani Corona, 254 Orang Meninggal Dalam 3 Bulan akibat DBD

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Pemerintah fokus menangani virus corona. Ratusan miliar telah dialihkan untuk menghentikan wabah yang telah menewaskan 280 orang di Indonesia itu.

RAKYATKU.COM - Pemerintah fokus menangani virus corona. Ratusan miliar telah dialihkan untuk menghentikan wabah yang telah menewaskan 280 orang di Indonesia itu.

Kondisi itu membuat wabah lain terkesan terabaikan. Demam Berdarah Dengue (DBD), salah satunya. Data menunjukkan, dalam tiga bulan, sedikitnya 254 orang meninggal dunia sejak Januari 2020.

Data korban meninggal akibat DBD kemungkinan lebih besar. Angka kematian itu hanya diambil dari beberapa provinsi.

Hingga 4 April 2020, kasus DBD terbanyak terjadi di Jawa Barat. Total 5.894 kasus. Disusul NTT sebanyak 4.493 kasus, Lampung 3.682 kasus, Jawa Timur 3.045 kasus, dan Bali 2.173 kasus.

Jawa Barat dan NTT termasuk dalam wilayah zona merah DBD. Sementara Lampung, Jawa Timur, dan Bali masuk dalam zona kuning. Total kasus DBD di seluruh Indonesia sejak Januari hingga 4 April 2020 sebanyak 39.876 kasus.

Angka kematian akibat DBD tertinggi berada di NTT, yaitu 48 jiwa. Kemudian Jawa Barat 30 jiwa, Jawa Timur 24 jiwa, Jawa Tengah 16 jiwa, dan Lampung 16 jiwa.

"Wilayah Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang harus waspada DBD karena memiliki kasus tertinggi," kata Nadia Siti Tarmidzi, direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Kementerian Kesehatan.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto sebelumnya mengatakan periode waktu saat ini yang memasuki musim pancaroba atau masa pergantian musim dari musim penghujan ke kemarau kerap terjadi peningkatan kasus DBD. 
Ia pun meminta masyarakat untuk mewaspadai ancaman penyakit DBD ini dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Yurianto mengkhawatirkan meningkatnya kasus DBD bisa menambah angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19.
 
"Dengan munculnya demam berdarah akan memperburuk angka kesakitan dan kematian yang terjadi manakala bercampur dengan Covid-19," kata dia.

Kasus Jawa Tengah

Angka kematian akibat DBD diperkirakan sudah melampaui kasus Covid-19. Buktinya, untuk Jawa Tengah, data Kemenkes baru 16 yang meningggal.

Sementara data terbaru dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat sudah 40 orang meninggal dari dari 2.115 kasus. DBD tersebar pada 35 kabupaten dan kota.

Kasus tertinggi terjadi di Kabupaten Cilacap dengan jumlah 216 kasus dan jumlah kematian tiga orang. Kemudian Kota Semarang, Kabupaten Jepara dan lainnya.

"Kita ini negara tropis, merupakan endemis," jelas Kadis Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo seperti dikutip dari Detikcom, Jumat (10/4/2020).