Minggu, 22 Maret 2020 23:34

"Kasihani Orang Lain!" Perempuan Ini Cerita Kisahnya Sembuh dari Covid-19 Tanpa Bertemu Dokter

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Salah satu pusat keramaian di Italia.
Salah satu pusat keramaian di Italia.

Kaelyn Sheedy akhirnya lepas dari masa-masa yang mendebarkan. Didiagnosis positif virus corona pada 28 Februari, dia bisa bernapas lega 14 hari kemudian.

RAKYATKU.COM - Kaelyn Sheedy akhirnya lepas dari masa-masa yang mendebarkan. Didiagnosis positif virus corona pada 28 Februari, dia bisa bernapas lega 14 hari kemudian.

Kaelyn Sheedy adalah warga Tampa, Florida, Amerika Serikat. Dia penderita pertama di Florida. Kisah kesembuhannya diceritakan lewat "Fox & Friends Weekend".

Wanita berusia 29 tahun itu terinfeksi di Milan, Italia. Dia sempat jalan-jalan dua pekan ke Eropa. Termasuk ke Italia.

"Aku pergi sehari sebelum ada wabah yang sangat besar," katanya seperti dikutip dari Fox News, Minggu (22/3/2020).

Terapis pijat olahraga ini mulai merasakan gejala sehari sebelum pulang ke Amerika Serikat. Dalam penerbangan ke New York City, dia merasa demam.

"Itu indikasi pertamaku," katanya. 

"Kemudian, pada saat aku sampai di hotel, aku sedang batuk lendir hijau. Itu segera menunjukkan bahwa ada beberapa jenis infeksi pernapasan. Aku memanggil CDC saat itu," lanjut dia.

Tetapi menjalani tes itu sulit pada saat itu. "Saya pikir pada saat itu, Anda tahu, hal baru bagi AS. Masih sangat sedikit kasus," katanya.

"Ketika aku sampai di Florida, aku benar-benar mendesak Departemen Kesehatan Florida untuk mengujiku sesegera mungkin," kisahnya.

Setelah dipastikan positif corona, dia harus menjalani karantina selama 14 hari. Kaelyn Sheedy menceritakan perkembangannya dari hari ke hari hingga dinyatakan negatif setelah dua pekan.

"Saya melakukan seluruh proses isolasi/karantina dari dalam rumah saya. Anda juga bisa. Saya tidak pernah melihat dokter secara langsung. Saya baik-baik saja," katanya.

Selama masa karantina itu, dia hanya berkonsultasi jarak jauh dengan seorang dokter dan ilmuwan bio dari tim epidemiologi di FLDOH. Setiap hari.

"Virus ini akan mempengaruhi semua orang secara berbeda. Ini hanya pengalaman saya. Itu tidak buruk. Saya harap ini membantu," kata dia.

Pada empat hari terakhir karantina, dia merasa sudah sehat. Tidak ada lagi gejala seperti batuk. Namun, dia tahu dampak virus pada orang yang berbeda sangat tidak terduga.

Makanya dia memilih untuk tetap tinggal di rumah. Sheedy bilang, sangat penting untuk melindungi lebih banyak orang yang rentan dengan mempraktikkan jarak sosial dan mengikuti protokol isolasi dan aturan karantina.

"Dan, Anda tahu, itu sulit bagi banyak generasi muda," tambahnya.

"Situasi setiap orang berbeda. Tolong kasihani lah orang lain. Ini serius. Tolong dengarkan pejabat pemerintah saat ini. Jika Anda merasa sakit, silakan mengisolasikan diri dan hubungi petugas kesehatan. Dan berdoa," katanya dengan mimik serius.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Everyone take a deep breath. I’m 29 and I made a full recovery. As of right now my recovered statistic isn’t showing up on maps or in the news. This should be a reminder that the information you’re reading and the statistics you’re seeing in the media may not be accurate. I did my entire isolation/quarantine process from inside my home, you can too. I never saw a Dr. face to face, I was okay. I was in contact with a Dr. and a bio scientist from the epidemiology team at the FLDOH daily but I wish I had had a recovery story to reference. This virus is going to effect everyone differently, this is just my experience. It wasn’t terrible. I hope this helps ???? Tested positive Feb 28th ??Symptoms ?? Day 1: 102/103 Fever • Dry Cough • Fatigue Day 2: 102/103 Fever • Dry Cough • Fatigue Day 3: No fever •Wet Cough • Green Mucus (indication of an upper respiratory infection) • Shortness Of Breath (I never felt impaired to the point of needing to be admitted to the hospital although I could see how someone w/ under lying conditions or elderly could have a more difficult experience) Day 4: Wet Cough • Mucus green/yellow) • Shortness Of Breath Day 5-7: Started supplement protocol • Wet Cough (more aggressive) • Shortness Of Breath Day 8-9: Wet Cough • Mucus (yellow/clear tinted with blood, this only last 2 days) Day 10-11: Dry cough • Mucus (first thing in the AM)• Felt 100% Physically Day 12: Asymptomatic • First Negative Test Day 13: Asymptomatic Day 14: Asymptomatic • Second Negative Test The challenges we’re all facing because of this pandemic are unsettling, disruptive and heart breaking. Everyone’s situation is different, please have compassion for others. Please take this serious. Please listen to officials during this time. If you think you’re sick please isolate yourself and contact a health care professional. Praying for the world.????????????

A post shared by @ kaelynsheedy on

Berikut fase karantina Kaelyn Sheedy dari hari ke hari:

Diuji positif 28 Februari

Hari 1: Demam, batuk kering, kelelahan

Hari 2: Demam, batuk kering, kelelahan

Hari 3: Tidak demam, batuk basah, lendir Hijau (indikasi infeksi saluran pernapasan atas). Sedikit sesak napas, tapi tak sampai masuk rumah sakit

Hari 4: Batuk basah, lendir hijau/kuning, sesak napas

Hari 5-7: Mulai protokol suplemen, batuk basah (lebih agresif ), sesak napas

Hari 8-9: Batuk basah, lendir (berwarna kuning/bening dengan darah. Berlangsung 2 hari)

Hari 10-11: Batuk kering, lendir (hanya di pagi hari), merasa lebih sehat

Hari 12: Asimptomatik (tidak ada lagi gejala/keluhan), tes negatif pertama

Hari 13: Asimptomatik

Hari 14: Asimptomatik, tes negatif kedua


Catatan:

Terjadi sedikit perubahan pada judul. Sebelumnya tertulis "Ikut Pemerintah!.....", diubah menjadi "Kasihani Orang Lain......" tanpa mengubah substansi berita. (Redaksi)